Take a photo of a barcode or cover
adventurous
dark
emotional
hopeful
mysterious
sad
medium-paced
Plot or Character Driven:
Character
Strong character development:
Yes
Loveable characters:
Yes
Diverse cast of characters:
No
Flaws of characters a main focus:
Yes
emotional
reflective
medium-paced
Plot or Character Driven:
Character
Strong character development:
Yes
Loveable characters:
Yes
Diverse cast of characters:
Yes
Flaws of characters a main focus:
Yes
I would definitely recommend this to middle school readers! The writing is simple and the message of the story is powerful. It says YA, but I would say it’s more towards the middle grade level.
hopeful
mysterious
reflective
medium-paced
Plot or Character Driven:
Character
Strong character development:
Yes
Loveable characters:
Yes
Diverse cast of characters:
Yes
Flaws of characters a main focus:
Yes
adventurous
emotional
hopeful
inspiring
medium-paced
Plot or Character Driven:
Character
Strong character development:
Yes
Loveable characters:
Yes
Diverse cast of characters:
Yes
Flaws of characters a main focus:
Yes
dark
emotional
mysterious
reflective
sad
tense
medium-paced
Plot or Character Driven:
Character
Strong character development:
Yes
Loveable characters:
Yes
Diverse cast of characters:
Yes
Flaws of characters a main focus:
Yes
Graphic: Bullying
emotional
mysterious
reflective
sad
medium-paced
Plot or Character Driven:
Character
Strong character development:
Complicated
Loveable characters:
Complicated
Flaws of characters a main focus:
Yes
I really liked reading this book! The slow reveal of how the bullying was so normalized was amazing. It really made you wonder what makes someone a monster. The writing was very easy to visualize and I loved how the characters would bring up classic pop culture that let readers connect without dating the content.
I really wish the ending handled the harm of bullying a little better. It is easy to tell how the rest of the characters will act beyond the story told, but I wish that the realization would have been handled with more depth and growth.
I really wish the ending handled the harm of bullying a little better. It is easy to tell how the rest of the characters will act beyond the story told, but I wish that the realization would have been handled with more depth and growth.
Hooo..
Walaupun awalnya masih bertanya mau dibawa ke mana cerita di buku ini, di akhir aku bisa menyimpulkan walaupun tidak sepenuhnya tahu konflik di buku ini.
Walaupun awalnya masih bertanya mau dibawa ke mana cerita di buku ini, di akhir aku bisa menyimpulkan walaupun tidak sepenuhnya tahu konflik di buku ini.
Waktu pertama kali lihat judulnya, refleks mikir, "Asik. Tumben Sumino Yoru nulis novel fantasi/horror."
Begitu tahu cerita sesungguhnya, aku langsung speechless.
Ternyata judul yang terkesan "fantasi" ini sangat berbanding terbalik dengan isi bukunya yang menggambarkan dunia nyata–yang diisi oleh perundungan, ketakutan, dan pertanyaan tentang jati diri manusia.
Nggak habis pikir melihat bagaimana remaja-remaja di sini bisa memutarbalikkan fakta dan berlagak menjadikan bullying sebagai pembenaran. Ikutan muak waktu mereka memanfaatkan kata "setia kawan" supaya bisa bersama-sama merundung Yano. Penggambaran bullying di buku ini sangat realistis, dan ironisnya, juga bikin sakit.
Semakin lama aku membaca, semakin terlihat pula betapa kaburnya batasan antara moral dan kejahatan.
Adachi, yang setiap malam berteman dengan Yano dalam wujud monsternya. Namun saat siang hari, dengan wujud manusianya, justru ikut mengabaikan dan merundung Yano. Lantas, jika demikian, mana sosok Adachi yang sebenarnya? Yang malam, atau yang siang? Manakah sosok "monster" yang sesungguhnya?
Setelah selesai membaca At Night I Become a Monster, aku jadi nggak bisa berkata-kata. Alasan Adachi berubah menjadi monster, hubungannya dengan Yano, semuanya jadi tampak masuk akal. Buku yang kukira bakal jadi bacaan ringan, tapi ternyata malah membuatku membuka mata dan ikut bertanya-tanya, "Siapa aku yang sebenarnya di dunia nyata?"
Pros:
1. Pergulatan batin Adachi yang kompleks sekaligus realistis. Di bab-bab terakhir, terasa banget perubahan karakter Adachi
2. Hubungan Adachi dan Yano yang ... aneh? Sekilas terkesan rada munafik, tapi perlahan membuatku sadar bahwa hubungan mereka jauh lebih tulus daripada itu
3. Kiasan sosok monster dan manusia yang digunakan untuk mempertanyakan jati diri seseorang. Agak njelimet, tapi ngena sekali :')
4. Open ending, yang meski nggak menyelesaikan semua konflik, tapi terasa pas. Karena yah ... kalau dipikir-pikir, nggak mungkin juga bullying yang dialami Yano akan langsung lenyap. Tapi setidaknya, seperti apa yang dikatakan Adachi di akhir cerita, semua orang punya kesempatan untuk berubah
Cons:
1. Alurnya rada lambat dan repetitif di awal-awal cerita
2. Karena cenderung fokus ke Adachi dan Yano, banyak karakter figur yang menurutku nggak tereksplor dengan baik
3. Beberapa plot hole yang nggak terjawab di akhir cerita
4. Entahlah, tapi aku ngerasa kurang suka sama penggunaan kata-kata non baku di versi terjemahan. Yah, selera pribadi mungkin
Overall, 4/5 bintang untuk At Night, I Become a Monster. Jadi, pengen baca novel-novel Sumino Yoru yang lain
Begitu tahu cerita sesungguhnya, aku langsung speechless.
Ternyata judul yang terkesan "fantasi" ini sangat berbanding terbalik dengan isi bukunya yang menggambarkan dunia nyata–yang diisi oleh perundungan, ketakutan, dan pertanyaan tentang jati diri manusia.
Nggak habis pikir melihat bagaimana remaja-remaja di sini bisa memutarbalikkan fakta dan berlagak menjadikan bullying sebagai pembenaran. Ikutan muak waktu mereka memanfaatkan kata "setia kawan" supaya bisa bersama-sama merundung Yano. Penggambaran bullying di buku ini sangat realistis, dan ironisnya, juga bikin sakit.
Semakin lama aku membaca, semakin terlihat pula betapa kaburnya batasan antara moral dan kejahatan.
Adachi, yang setiap malam berteman dengan Yano dalam wujud monsternya. Namun saat siang hari, dengan wujud manusianya, justru ikut mengabaikan dan merundung Yano. Lantas, jika demikian, mana sosok Adachi yang sebenarnya? Yang malam, atau yang siang? Manakah sosok "monster" yang sesungguhnya?
Setelah selesai membaca At Night I Become a Monster, aku jadi nggak bisa berkata-kata. Alasan Adachi berubah menjadi monster, hubungannya dengan Yano, semuanya jadi tampak masuk akal. Buku yang kukira bakal jadi bacaan ringan, tapi ternyata malah membuatku membuka mata dan ikut bertanya-tanya, "Siapa aku yang sebenarnya di dunia nyata?"
Pros:
1. Pergulatan batin Adachi yang kompleks sekaligus realistis. Di bab-bab terakhir, terasa banget perubahan karakter Adachi
2. Hubungan Adachi dan Yano yang ... aneh? Sekilas terkesan rada munafik, tapi perlahan membuatku sadar bahwa hubungan mereka jauh lebih tulus daripada itu
3. Kiasan sosok monster dan manusia yang digunakan untuk mempertanyakan jati diri seseorang. Agak njelimet, tapi ngena sekali :')
4. Open ending, yang meski nggak menyelesaikan semua konflik, tapi terasa pas. Karena yah ... kalau dipikir-pikir, nggak mungkin juga bullying yang dialami Yano akan langsung lenyap. Tapi setidaknya, seperti apa yang dikatakan Adachi di akhir cerita, semua orang punya kesempatan untuk berubah
Cons:
1. Alurnya rada lambat dan repetitif di awal-awal cerita
2. Karena cenderung fokus ke Adachi dan Yano, banyak karakter figur yang menurutku nggak tereksplor dengan baik
3. Beberapa plot hole yang nggak terjawab di akhir cerita
4. Entahlah, tapi aku ngerasa kurang suka sama penggunaan kata-kata non baku di versi terjemahan. Yah, selera pribadi mungkin
Overall, 4/5 bintang untuk At Night, I Become a Monster. Jadi, pengen baca novel-novel Sumino Yoru yang lain
adventurous
lighthearted
mysterious
reflective
fast-paced
Strong character development:
Yes
Loveable characters:
Yes
Flaws of characters a main focus:
Yes