funny lighthearted reflective
Plot or Character Driven: Character
Strong character development: Yes
Loveable characters: Yes
Diverse cast of characters: No
Flaws of characters a main focus: Yes

the prologue and end chapter were a bit strange, i’d prefer not to think that a 19 year old was in love with a child but alas, sweet on the greater scheme of things although not a huge fan of the childbirth stuff

As are all of Julia Quinn's books, this one is charming and fun. Miranda is a loveable heroine, and Turner is so nasty and tortured you just have to love him. Although he is certainly attracted to her, and she loves him dearly, you can't help but feel sorry for him when he's forced to marry her - convinced that marriage is evil and that it can never make him happy. Although Quinn turns to a rather overused plot device at the end, it still made me cry and tugged at my heart, so I suppose I can forgive her for using it. This book is cute and witty, like all of her other books, and I look forward to reading more!

Too sweet. 😍
emotional lighthearted fast-paced
Plot or Character Driven: Plot
Strong character development: Yes
Loveable characters: No
Diverse cast of characters: No
Flaws of characters a main focus: Complicated

Enjoyable. Quick.

Miranda Cheever sudah akrab dengan keluarga Bevelstoke sejak dia masih kecil. Bahkan bisa dikatakan Olivia Bevelstoke adalah satu-satunya temannya. Dibandingkan dengan Olivia, penampilan Miranda tidak istimewa malah cenderung tidak cantik seperti gadis bangsawan pada umumnya. Miranda sempat merasa rendah diri karena itu. Tapi Turner Bevelstoke membesarkan hati Miranda. Saat itu juga, Miranda kecil jatuh hati pada Turner. Atas saran Turner, Miranda mulai menulis apa yang dialaminya di buku harian.

Sembilan tahun kemudian, Miranda dan Olivia bersiap-siap untuk season pertama mereka. Turner, yang telah menjadi duda, harus hadir mendampingi adiknya di London. Turner mendapati Miranda menjadi gadis yang mempesona, meski bukan dari segi kecantikan. Turner senang berargumentasi dengan Miranda yang pintar. Miranda akhirnya berani mengungkapkan rasa cintanya pada Turner, tapi tidak ada balasan apapun dari Turner. Meski Turner sendiri tidak bisa menyangkal dirinya tertarik pada Miranda.

Dalam suatu kesempatan, Turner dan Miranda terjebak di sebuah rumah berburu, yang berakhir dengan penyerahan diri Miranda kepada Turner. Akibatnya Miranda hamil. Meski Turner mau bertanggung jawab untuk menikahi Miranda, Miranda ragu jika pernikahan itu tidak dilandasi cinta. Apalagi ketika Miranda keguguran, Miranda membebaskan Turner dari kewajibannya untuk menikahi dirinya. Namun Turner tetap merasa harus bertanggung jawab telah mencemari Miranda. Turner dan Miranda akhirnya menikah. Mereka menikmati masa pernikahan itu hingga akhirnya Miranda hamil lagi. Tapi Miranda tetap meragukan pernikahan mereka lantaran Turner belum juga menyatakan cintanya.

Saya selalu menyukai novel dimana tokoh wanitanya bisa bertindak tegas mempertahankan idealismenya. Miranda menunjukkan hal itu berkali-kali. Turner aja yang takut menghadapi kegagalan yang sama untuk kedua kalinya. Ternyata jaman dulu, meski menikmati kehidupan berumah tangga, bisa saja terjadi tanpa cinta. Setidaknya itu dari sudut pandang Turner :)
lighthearted fast-paced
Plot or Character Driven: A mix
Strong character development: Yes
Loveable characters: Yes
Diverse cast of characters: No
Flaws of characters a main focus: Yes
lighthearted medium-paced
Plot or Character Driven: Character
Strong character development: Yes
Loveable characters: Yes
Diverse cast of characters: No
Flaws of characters a main focus: No
medium-paced
Plot or Character Driven: Character
Strong character development: Yes
Loveable characters: Yes
Diverse cast of characters: No
Flaws of characters a main focus: Yes
medium-paced
Plot or Character Driven: A mix
Strong character development: Yes
Loveable characters: Yes
Diverse cast of characters: No
Flaws of characters a main focus: Yes