Take a photo of a barcode or cover
adventurous
informative
mysterious
tense
slow-paced
Moderate: Mental illness, Suicide, Vomit, Death of parent, Murder
Minor: Child death, Car accident
Wagelasih. Jujur ini kata yang aku ucap pas menyelesaikan novel Respati. Sampai-sampai, aku langsung membuka dokumen untuk langsung menuliskan perasaanku setelah membacanya. Novel ini merupakan penggabungan antara fantasi, misteri dan thriller.
Ada satu hal yang membuatku tercengang. Kemampuan penulis menyajikan unsur magis menjadi suatu bakat yang dipadukan dengan mitologi khas yunani. Enggak yunani aja sih, tapi mitologi dari beragam wilayah di dunia. Dan padu padannya tuh pas banget. Enggak ada kesan pemaksaan dan seperti melebur aja gitu menjadi satu.
https://www.bacaanipeh.web.id/2021/12/resensi-novel-respati.html
Ada satu hal yang membuatku tercengang. Kemampuan penulis menyajikan unsur magis menjadi suatu bakat yang dipadukan dengan mitologi khas yunani. Enggak yunani aja sih, tapi mitologi dari beragam wilayah di dunia. Dan padu padannya tuh pas banget. Enggak ada kesan pemaksaan dan seperti melebur aja gitu menjadi satu.
https://www.bacaanipeh.web.id/2021/12/resensi-novel-respati.html
adventurous
emotional
medium-paced
Plot tentang dunia mimpi dan kemampuan untuk menjelajah di dunia mimpi ini menarik banget. Pas baca blurbnya aja aku udah langsung tertarik untuk baca apalagi dipadukan dengan bumbu misteri didalamnya. Soal ide aku suka banget.
Sayangnya ketika membaca aku merasa alurnya cukup lambat ya, terlalu diulur-ulur di awal. Apalagi tokoh Respati benar-benar mempelajari ilmu dunia mimpi ini ketika sudah setengah buku. Jadi mengurangi euforia ketika membaca buku ini. Tapi, aku suka dengan twist dan teka teki yang dimasukkan meskipun aku masih bertanya-tanya itu cara pembunuhan yang sesungguhnya seperti apa (atau aku yang missed ya hmmm)
Membawa latar belakang di Jogja juga menjadi penarik perhatianku meskipun ternyata tidak terlalu diulas tapi beberapa wilayah disebut dan karena familiar merasa dekat dengan para tokoh yang ada.
Sayangnya ketika membaca aku merasa alurnya cukup lambat ya, terlalu diulur-ulur di awal. Apalagi tokoh Respati benar-benar mempelajari ilmu dunia mimpi ini ketika sudah setengah buku. Jadi mengurangi euforia ketika membaca buku ini. Tapi, aku suka dengan twist dan teka teki yang dimasukkan meskipun aku masih bertanya-tanya itu cara pembunuhan yang sesungguhnya seperti apa (atau aku yang missed ya hmmm)
Membawa latar belakang di Jogja juga menjadi penarik perhatianku meskipun ternyata tidak terlalu diulas tapi beberapa wilayah disebut dan karena familiar merasa dekat dengan para tokoh yang ada.