You need to sign in or sign up before continuing.
Take a photo of a barcode or cover
Graphic: Grief
Moderate: Panic attacks/disorders, Gaslighting
Minor: Infidelity, Toxic relationship, Alcohol
Minor: Sexism, Alcohol
Minor: Infidelity, Mental illness, Alcohol
Moderate: Toxic relationship, Alcohol
Minor: Grief
"Because it's our first life, worries are aplenty, and anxiety, too. Because it's our first life, it's precious. Because it's our first life, nobody knows what'll happen even in five minutes."
— A Life Surrounded By Good People
A bunch of slice-of-life snippets of a bookstore owner and the people she happens to shine a light on. This is a first for me in this genre, and some parts did hit close to home. There were numerous takeaways. Do we do what we like to do in life or do what we're good at in life? Very few people are chanced with something that covers both. The human experience is not as lonely as we think it is, many people are going through similar issues in life. I quite enjoyed the subtle romance in the novel as well. The narrator, Rosa Escoda, leant a soothing voice to this story. I'm not sure if this genre is going to be a favourite of mine, but it was a nice introduction to stretch interests.
Minor: Infidelity, Mental illness, Panic attacks/disorders, Toxic relationship, Alcohol
Moderate: Toxic relationship, Alcohol
Minor: Infidelity
Welcome to the Hyunam-dong Bookshop is a book that feels like a cup of tea. It warms you. In the author's note, Bo-Reum wrote that she wanted her book to feel like, "A space to snuggle comfortably for the day," and she did exactly that.
The book follows Yeongju and the cast of characters that surround her life in the bookshop that she has built. It's simple slice-of-life stories, nothing majorly dramatic or overwhelming, but every moment feels worth being on the page. I wanted to follow each character, even beyond the page, but Bo-Reum does a fantastic job of showing just enough to make us fall in love and also let the characters live their lives as they will.
I'd recommend this if you're going through a chance in your life (or are questioning if you should) or if you just need a moment of comfort in a hard time. This would be a great pick for fans of character-driven novels and stories that you can feel comfortable picking up and putting down/taking your time reading.
I will note that, as with lots of translations, the dialogue can feel stilted at points, but it's not enough to frustrate and the narrative doesn't hold that same discomfort, but worth noting if you are new to translated works.
Moderate: Toxic relationship, Grief
Minor: Alcohol
Graphic: Toxic relationship, Gaslighting, Alcohol
Moderate: Mental illness, Panic attacks/disorders, Grief
Minor: Infidelity, Sexism, Suicidal thoughts
Graphic: Toxic relationship, Gaslighting, Alcohol
Moderate: Mental illness, Panic attacks/disorders, Grief
Minor: Infidelity, Sexism, Suicidal thoughts
Welcome to Hyunam-dong Bookshop atau Selamat Datang di Toko Buku Hyunam-dong adalah K-Lit ketiga yang gue baca. Selama ini belum ada K-Lit yang gue rate lebih dari 3,5 dan apa ini artinya gue lebih cocok sama J-lit? Baca Hyunam-dong Bookshop sedikit banyak mengingatkan gue pada School Nurse Ahn-Eunyong tapi lebih pada timeline yang non linear. Eniwei, timeline non linear buku ini cuma awal - awal saja karena selanjutnya timelinenya mulai rapi. Meski tokoh utamanya adalah Yeong-ju (yang typo di blurb bukunya jadi Young Joo, tapi Hyunam-dong Bookshop ga cuma menceritakan tentang dia saja. Ada Min-joon, barista dengan krisis aktualisasi diri terkait pekerjaan, Min-cheol, si anak SMA yang galau mau lanjut kuliah atau ngga dan ibunya yang akhirnya tahu juga siapa namanya selain Ibu Min-Cheol yaitu Hee-Ju. Ada juga Jimmy, pemilik Goat Bean yang juga kawan Yeong-ju dan bermasalah dengan suaminya. Jung-seo, seorang wanita muda yang hobi bermeditasi sambil merajut untuk mengatur emosi dan amarahnya. Kemudian ada penulis Hyun Seung-woo yang ahli dalam membuat kalimat baik yang nantinya perlahan akan dekat juga sama Yeong-ju.
Gue paham kenapa buku ini bisa jadi comfort book bagi beberapa orang, tapi terus terang gue ga merasakan hal itu. Beberapa hal yang dibahas di buku ini cukup menggelitik utamanya terkait dengan burn out akibat pekerjaan atau bagaimana menghadapi orang serta lingkungan yang toxic. Kekurangannya menurut gue karena ada beberapa bab yang jadi kurang fokus dan terlalu filosofis untuk gue. Bab - bab favorit gue tentunya tentang bagaiman Yeong-ju menjalankan bisnis toko bukunya. Banyak hal - hal menarik yang bisa gue amati dan bisa dijadikan masukan terkait dengan kelancaran dalam berbisnis toko buku tanpa terlalu banyak bahasa bisnis. Gue merasa Yeong-ju juga cukup idealis seperti keputusannya untuk tidak menjual buku best seller dengan harapan buku yang ada di toko bukunya lebih bervariasi. Tidak cuma dari segi buku, karena Hyunam-dong Bookshop ini juga sekalian cafe, maka ada beberapa bahasan tentang kopi dan jenis - jenisnya. Buku dan kopi, emang kombinasi yang ga pernah salah meski gue aslinya ga suka minum kopi, hehehe. Acara - acara yang dilakukan Yeong-ju di toko buku juga menarik, misalkan ada acara klub buku atau bedah buku bersama penulisnya. Yeong-ju juga aktif dalam sosial media, suatu hal yang gue rasa cukup unik mengingat semua sosmed dia handle sendiri. Suatu hal yang luar biasa dan gue salut dengan kerajinan Yeong-ju dalam menjalankan bisnis bukunya. Gue juga suka sama personal developmentnya Yeong-ju, dimana awalnya dia kelihatan kayak baik - baik saja tapi ternyata masa lalunya cukup pelik sampai jadi pemantik dia punya toko buku.
Kekurangannya, mungkin seperti yang gue utarakan di awal, apa karena terjemahannya? Beberapa transisi antara dialog dan narasi kurang mulus. Pun karena diceritakan dari sudut pandang orang ketiga serba tahu, kurang terasa emosi beberapa tokohnya, kecuali untuk Yeong-ju atau Min-joon. Gue juga kurang paham sama penamaan orang Korea sehingga sering salah kira gender tokohnya, dimana gue kira Jimmy itu awalnya cowok tapi ternyata aslinya tuh cewek! Beberapa bagian buku ini emang kayak berasa buku motivasi untuk kehidupan sampai gue merasa ini apa buku self-development tapi dalam bentuk fiksi, lel. Meski begitu, bagian yang gue suka saat interview Yeong-ju dengan salah satu penulis dimana wajar saja kalau tidak mengingat buku yang kita baca tapi setidaknya isi buku itu merasuk ke tubuh jadi diingat oleh tubuh. Nah, intinya ga usah galau kalau habis baca buku ga ingat apa - apa gaes, itu wajar aja.
Bukan buku yang akan gue baca dua kali, tapi menurut gue kalau kamu suka buku tentang toko buku yang juga bahas dinamika tokoh - tokohnya maka Welcome to Hyunam-dong Bookshop bisa dicoba. Apalagi kalau butuh self-healing utamanya yang ada hubungannya sama burn out entah itu karena pekerjaan atau malah hubungan yang kurang mulus dengan sesama manusia misalnya.
Graphic: Toxic relationship, Alcohol
Moderate: Emotional abuse, Gaslighting