Take a photo of a barcode or cover
A review by blackferrum
My Boss's Baby by Anothermissjo
lighthearted
fast-paced
- Plot- or character-driven? Character
- Strong character development? No
- Loveable characters? No
1.5
Agak nggak yakin nulis bagian sinopsis karena kenyataannya melenceng banget sama alur. But, let's try. Jadi, Antari bangun di ranjang, kamar, dan rumah bosnya, lalu mendengar suara bayi. Si bos, Dimas, mengakui jika bayi itu anaknya dan istrinya meninggalkan mereka begitu saja. Antari tidak akan kelabakan jika Dimas tidak memintanya menjadi pendamping sekaligus ibu dari anaknya.
Oke, kurang lebih isinya begitu, tapi alurnya memang melenceng. Keterlibatan si bayi (yang aku lupa namanya, btw) memang ada, tapi habis itu eksistensinya nggak terlalu diperlukan lagi. Oh, ada di konflik akhir yang ngga begitu menonjol omong-omong.
Kupikir karena ini judulnya bayi bosku jadi harusnya si bayi punya andil cukup besar di alur. Plus konfliknya juga menyerempet keberadaan si bayi.
Konflik pertama muncul berkenaan dengan keluarga Dimas, lalu masa lalunya, lalu seseorang yang mengklaim menjadi ibu bayinya.
Hal yang cukup bikin gerah adalah jembatan antara satu konflik ke konflik lain. Serius, kenapa harus pakai orang ketiga dan pakai cara-cara yang bikin jealous para karakter utama? Sama sekali bukan masalah jika memakai cara di atas, tapi ya nggak semua harus pakai orang ketiga, hiks.
Karakterisasinya lumayan dan voice-nya at least bisa dibedakan. Yah, itu poin bagusnya. Selain itu, kurasa sesukanya penulis.
Buku ini memang bukan mangkukku dan ini buku pertama penulis yang kubaca. Semoga bisa bertemu dengan buku lain penulis yang lebih cocok.
Oke, kurang lebih isinya begitu, tapi alurnya memang melenceng. Keterlibatan si bayi (yang aku lupa namanya, btw) memang ada, tapi habis itu eksistensinya nggak terlalu diperlukan lagi. Oh, ada di konflik akhir yang ngga begitu menonjol omong-omong.
Kupikir karena ini judulnya bayi bosku jadi harusnya si bayi punya andil cukup besar di alur. Plus konfliknya juga menyerempet keberadaan si bayi.
Konflik pertama muncul berkenaan dengan keluarga Dimas, lalu masa lalunya, lalu seseorang yang mengklaim menjadi ibu bayinya.
Hal yang cukup bikin gerah adalah jembatan antara satu konflik ke konflik lain. Serius, kenapa harus pakai orang ketiga dan pakai cara-cara yang bikin jealous para karakter utama? Sama sekali bukan masalah jika memakai cara di atas, tapi ya nggak semua harus pakai orang ketiga, hiks.
Karakterisasinya lumayan dan voice-nya at least bisa dibedakan. Yah, itu poin bagusnya. Selain itu, kurasa sesukanya penulis.
Buku ini memang bukan mangkukku dan ini buku pertama penulis yang kubaca. Semoga bisa bertemu dengan buku lain penulis yang lebih cocok.