A review by farbooksventure
Kitchen, by Banana Yoshimoto

emotional reflective sad slow-paced
  • Plot- or character-driven? Character
  • Strong character development? N/A
  • Loveable characters? N/A
  • Diverse cast of characters? N/A
  • Flaws of characters a main focus? N/A

4.0

Dari berbagai karya penulis Jepang yang sudah aku baca sejauh ini, hampir semuanya berbagi satu kesamaan. Tulisan-tulisan ini (entah kenapa) hampir selalu merupakan perenungan tentang duka (grief) dan rasa sepi (loneliness). Ada sesuatu yang melankoli tentang karya-karya ini. Kitchen sendiri bukanlah sebuah pengeculian.

Walaupun terbilang pendek & terdiri dari dua novella saja, aku tidak sanggup membaca Kitchen dalam satu kali duduk karena emosi kuat
yang muncul karenanya
. Aku baru menyelesaikan buku ini dalam 4 sesi baca.

Duka karena kehilangan orang tercinta adalah topik utama dalam Kitchen. Gaya penulisan indah ala Banana Yoshimoto sendiri begitu berhasil menyampaikan kecamuk perasaan yang muncul di fase ini. Kisah penuh duka dalam Kitchen memang merupakan bacaan yang menyedihkan. Akan tetapi, alih-alih merasa sendiri, membaca ini membuatku merasa dimengerti.

Terkadang kita berduka bukan hanya karena kehilangan orang tercinta. Kita juga bisa berduka untuk mimpi/asa yang hilang atau bagian diri yang sudah tidak lagi.

Aku akan merekomendasikan Kitchen untuk pembaca yang mencari bacaan lambat tentang bagaimana duka merupakan bagian tidak terpisahkan dari kehidupan.

Proses berduka memang sulit, tapi harus kita terima & lakukan dalam hidup karena apalah arti menjadi manusia kalau bukan melalui rangkaian kehilangan dari lahir sampai akhir usia?

Expand filter menu Content Warnings