A review by aynsrtn
Dewa Angkara Murka by Aya Widjaja

funny lighthearted relaxing medium-paced
  • Plot- or character-driven? A mix
  • Strong character development? Yes

4.5

📢 Perhatian: ulasan ini lebih banyak luapan emosi dan fangirling-an pembaca.

Actual rating: 4.5⭐️

🍃Sinopsis
Mosha mendapatkan undangan pernikahan dari mantan telah yang ia pacari selama 5 tahun, hanya sejak pasca putus 3 bulan. Dia hendak meluapkan kesedihannya sejenak dengan ke rooftop kantornya. Sialnya, dia malah ketemu bosnya, Sang Dewa Angkara Murka. Bos yang ngeselin parah [menurut Mosha]. Hingga akhirnya dia terjebak perjanjian dengan iblis [baca: bosnya] dalam sebuah hubungan pacaran pura-pura.

🍃Plot
Sebenarnya premis fake dating atau fake relationship dengan berbalut office romance adalah trope yang sering ditemui di novel-novel romansa. Bedanya, spesialnya, di sini adalah gaya penceritaannya. Benar yang ditulis oleh penulis di akhir buku ini, kalau novel ini macam diary-nya Mosha. Semua berkisah dari sudut pandang orang pertama, Mosha, yang justru itu poin plus yang buat aku nggak berhenti baca buku ini. Page turner banget! Inner mind-nya Mosha di buku ini membawa aku terhanyut dengan gaya berceritanya. Pas dia gugup, ku ikut gugup. Pas dia kesel sama Kyle [mantan gelo], ku ikut kesel. Pas dia sedih gegara pengkhianatan mantan gelonya itu, aku ikut sedih. Pokoknya disitulah kau mulai terbawa arus~~

🍃Epic Scenes
Banyak baca novel romance, tapi baru kali ini ketemu adegan yang benar-benar GONG banget! Dan nominasinya adalah:

1. Sabotase pernikahan mantan
Gilak sih ini Bapak Dewangkara dan Ibu Dewangkara. Terutama Bapak Dewangkara atas idenya yang brilliant mengguncang panggung pernikahan mantan gelonya Mosha.

2. After effect salat jumat
Pernah dengar istilah cowok habis salat jumat, damage-nya nggak karuan? Nah, begitu juga dengan Bapak Dewangkara. Masyaallah tabarakallah. Rambut setengah basah, sajadah tersampir di bahu, dyeem!!

3. Masakan [beracun] calon mertua
Bu Dahlia, Ibunda dari Bapak Dewang, meminta Mosha mencicipi resep masakan kekiniannya. Wah, ini bikin happening-nya sampai satu kantor.

4. Cuti buat pedekate
Iya, ada lho orang yang seminggu ambil cuti, alih-alih dipake buat healing atau traveling, malah dipake buat pedekate. Bucin alert!!

*Yang paling juara yang nikahan mantan sih, haha.

🍃Karakter
Mosha, sang protagonis di sini beneran sangat relatable dan manusiawi. Dia nggak stand out banget saking sempurnanya sampai tanpa cela, justru dia perempuan biasa pada umumnya yang bisa menangis patah hati, bisa membalikkan keadaan, bisa belajar menerima luka, dan bisa dicintai dengan ugal-ugalan dan sat set oleh Bapak Dewangkara. 

Dewang, sang Dewa Angkara Murka. Ku sebenarnya nggak melihat dia begitu murka dan kejam. Kalau dibanding Bapak Aldrich di Monster Minister, Dewang malah lebih soft. Udahlah, in a world of boys, he's a gentleman~ chemistry dengan Ibu Dewangkara pun dapet banget *chef kiss*

Kyle, si mantan gelo. Dengan segala alasan dan omong kosong—pengorbanan yadda yadda—yang dia lakukan, tetap nggak buat aku bersimpati dengan sosoknya. Tiap ada scene Mosha ketemu Kyle, kek pengen ada Dewang buru-buru ambil alih. Bro Kyle, trauma lo nggak menjadikan justifikasi lo berhak buat nyakitin orang dan state kebahagiaan orang lain mesti kayak apa dan bagaimana.

Kinoy & Mauren. Ini dua orang beneran scene stealer. Suka banget dinamika mereka berdua saat duet bareng Mosha. Apalagi sama ceplas-ceplosnya. Kinoy pas di kantor. Mauren pas di rumah.

Kalita. Jadi cameo nih Neng Sespri Pak Menteri di sini. Dan dia ternyata yang membuka jalan Mosha mengingat Dewang pada masa [redacted]. Tak kira ya, kehadiran Kalita sama Aldrich di sini seenggaknya ada hint hubungan mereka gimana selanjutnya. Kan di MM gantung tuh, tapi pemirsahhh anda jangan berharap banyak, haha.

----

Ternyata sudah sangat panjang sekali cuap-cuap berkedok review ini, haha. 

Jadi, intinya ... kalau butuh novel romcom yang bisa membuat anda blushing dan tertawa, novel sangat direkomendasikan! Masuk ke dalam list novel romance fav-ku✨️

Sukakkkk!!! 💐💐