A review by blackferrum
If I Met You First by Thessalivia

emotional lighthearted reflective medium-paced
  • Plot- or character-driven? Character
  • Strong character development? Yes
  • Diverse cast of characters? Yes
  • Flaws of characters a main focus? Yes

3.75

Kehidupan Riana nyaris sempurna. Karier bagus, keluarganya harmonis, tapi sayang percintaannya nyaris hancur. Berkali-kali diputuskan, padahal usahanya menjaga agar sang pacar tetap berada di sisinya sudah sangat keras, terlalu keras malah. Lalu Ardi datang seperti biasa, layaknya seorang sahabat yang selalu menjadi bumper-nya. Namun, Riana ternyata menginginkan lebih.

Perhatian Ardilah yang membantunya mengucapkan sederet keinginan saat berdiri di depan mesin dingdong misterius di sebuah kedai milik kakek tua di Hongkong. Riana ingin bahagia dan dia ingin Ardi bertemu dengannya lebih dulu daripada Vanka. Hanya muncul asap putih tipis ketika jawaban mesin itu muncul. Riana tidak berharap banyak. Setidaknya setelah kembali ke Indonesia dan mendapat Ardi tidak kenal dengan Vanka, tunangan dan calon istrinya.

Merasa mendapat kesempatan merebut hati Ardi, Riana melakukan segala cara agar menjadikan lelaki itu kekasihnya, karena ternyata Ardi sangat berarti dan berpengaruh dalam hidup Riana, lebih dari yang dia kira. Namun, Riana lupa. Takdir Tuhan tidak bisa diubah, sekalipun dengan keajaiban.

Rasanya nggak ingat berapa kali mengumpati karakter Riana yang nyebelin kuadrat. Ketika dapat kesempatan menjadikan Ardi sebagai pacar, jelas sekali dia nggak memikirkan hal lain, apalagi merasakan gundah pada Vanka. Later, ketika mereka akhirnya bersilangan jalan, rasa bersalah itu tetap tidak ada. Jujur, sulit bersimpati dengan karakter yang bersifat seperti ini.

Pesan yang disampaikan lewat karakter Riana bagus: jangan menggantungkan kebahagiaanmu pada orang lain. Riana terlalu memaksa menyesuaikan diri pada wadah yang nggak seharusnya. Ketika wadahnya berbentuk bulat, dia ingin memasukkannya pada lubang berbentuk segitiga. Susah dan di sinilah peran dua sahabatnya, Ardi dan Clarisa, membawa Riana untuk tetap berada di jalannya. Kalau bisa sekalian mencari akar masalahnya.

Latar belakang masalah dan "why" terbesar Riana jadi salah satu yang bikin aku sadar dan harus melihat segala keburukan (keganjilan, ketidaksesuaian, you name it) dari segala sisi. Oh, ini justru jadi poin bagus karena karakternya punya layer.

Bacaan yang menyenangkan dan sarat makna.

Ps: Waktu dia balik ke Hongkong dan keinginannya dibatalkan, Riana tetap ngerasa dia yang paling tersakiti karena harus melepas Ardi. Kalau misalkan sedih sih, masih bisa dimaklumi. Namanya juga baru berpisah dengan khayalan indah wkwk, tapi ini enggak. Untung beneran tobat di akhir, jadi termaafkan hehe.