Scan barcode
A review by aynsrtn
Behind The Screen by Asmira Fhea, Asmira Fhea
emotional
informative
lighthearted
fast-paced
- Plot- or character-driven? A mix
- Strong character development? It's complicated
- Loveable characters? Yes
- Diverse cast of characters? It's complicated
- Flaws of characters a main focus? It's complicated
4.0
Di setiap pekerjaan, di setiap tim, di setiap sektor pasti ada saja makhluk-makhluk toxic yang tingkahnya saling sikut demi karir dan jabatan—dan rela menggunakan segala cara—untuk melanggengkan hegemoninya. Itulah garis besar yang diangkat di novel ini dengan mengambil latar belakang industri hiburan televisi.
Anjani Levi terjebak dalam lingkungan toxic di Skrin TV. Terlepas dari kandang voldemort, ia malah terjebak di kandang nenek lampir. Burn out pun menyertainya. Lalu, di tengah pergolakan batin antara lanjut atau resign, Anjani bertemu dengan Frizzy, bagian pemasaran di hotel tempat Anjani menginap untuk liputan di Bandung–tapi Frizzy ini multiperan karena selain bagian pemasaran, dia juga dokter hewan, mahasiswa S2 yang lagi tesis, street feeder, pencinta anabul, dan pencinta Anjani, eh.
Dunia pertelevisiannya dijelaskan dengan detail. Terutama dalam pembuatan sebuah acara televisi. Ternyata ada bagian ini dan itu, harus prepare ini dan itu sebagai reporter. Kalau dari segi metropop, ini malah lebih banyak kepada Anjani dan perangnya dengan pekerjaannya daripada romance-nya.
Namun, justru itu ga membuat romance-nya jadi asal tempelan. Meski romance-nya tipis-tipis, tapi sekalinya ada ... duh, Pak Priji ... oh Pak Priji ... Sungguh ter-priji-priji sampai membuatku bertanya-tanya, "where is my priji in my anjani's heart?" hiks.
Aku suka pengembangan karakter Anjani. Yang asalnya dia banyak ragu, terus mempertanyakan mimpinya, perlahan jadi tough dan berani bersikap. Adegan dia yang hapus sengaja file dubai itu, girl ... you're hot!! Emang harus diberi pelajaran tuh nenek lampir, haha. Konflik dia dengan Frizzy pun pas. Nggak dramatis banget. Sungguh realistis. Kalau ada miskom ya kan memang begitu bumbu metropop, hehe.
Mau ngucapin makasih ke scene stealer, Teh Jija. Luar biasa, Teh. Kalau nggak ada Teh Jija, after Malang Anjani dan Frizzy akan jadi tinggal kenangan, wkwk.
Akhir kata, novel metropop yang ga hanya bahas tentang cinta yang manis dan bikin blushing, tapi juga dinamika intrik pekerjaan di dunia televisi.
Suka! 💐
Anjani Levi terjebak dalam lingkungan toxic di Skrin TV. Terlepas dari kandang voldemort, ia malah terjebak di kandang nenek lampir. Burn out pun menyertainya. Lalu, di tengah pergolakan batin antara lanjut atau resign, Anjani bertemu dengan Frizzy, bagian pemasaran di hotel tempat Anjani menginap untuk liputan di Bandung–tapi Frizzy ini multiperan karena selain bagian pemasaran, dia juga dokter hewan, mahasiswa S2 yang lagi tesis, street feeder, pencinta anabul, dan pencinta Anjani, eh.
Dunia pertelevisiannya dijelaskan dengan detail. Terutama dalam pembuatan sebuah acara televisi. Ternyata ada bagian ini dan itu, harus prepare ini dan itu sebagai reporter. Kalau dari segi metropop, ini malah lebih banyak kepada Anjani dan perangnya dengan pekerjaannya daripada romance-nya.
Namun, justru itu ga membuat romance-nya jadi asal tempelan. Meski romance-nya tipis-tipis, tapi sekalinya ada ... duh, Pak Priji ... oh Pak Priji ... Sungguh ter-priji-priji sampai membuatku bertanya-tanya, "where is my priji in my anjani's heart?" hiks.
Aku suka pengembangan karakter Anjani. Yang asalnya dia banyak ragu, terus mempertanyakan mimpinya, perlahan jadi tough dan berani bersikap. Adegan dia yang hapus sengaja file dubai itu, girl ... you're hot!! Emang harus diberi pelajaran tuh nenek lampir, haha. Konflik dia dengan Frizzy pun pas. Nggak dramatis banget. Sungguh realistis. Kalau ada miskom ya kan memang begitu bumbu metropop, hehe.
Mau ngucapin makasih ke scene stealer, Teh Jija. Luar biasa, Teh. Kalau nggak ada Teh Jija, after Malang Anjani dan Frizzy akan jadi tinggal kenangan, wkwk.
Akhir kata, novel metropop yang ga hanya bahas tentang cinta yang manis dan bikin blushing, tapi juga dinamika intrik pekerjaan di dunia televisi.
Suka! 💐