Take a photo of a barcode or cover
liliraven06 's review for:
Ronggeng Dukuh Paruk
by Ahmad Tohari
dark
emotional
sad
tense
medium-paced
Plot or Character Driven:
Plot
Strong character development:
Yes
Loveable characters:
Complicated
Diverse cast of characters:
Yes
Flaws of characters a main focus:
Yes
Novel “Ronggeng Dukuh Paruk” tidak jauh dari nilai tradisional serta adat-istiadat. Nilai moral dipunya oleh masyarakat Dukuh Paruk tidaklah luas, karena miskinnya pengetahuan mereka punya. Kemeralatan kadang menjadi kebanggaan untuk mereka sendiri, hingga sesuatu yang lebih dianggap menjadi sebuah ‘kekayaan’ yang melimpah.
Adat-istiadat mereka punya dianggap tak bermoral, karena tak sesuai dengan nilai seharusnya ada. Itu menjadi petaka untuk mereka.
Itulah menjadi poin utama yang kuat dalam novel ini. Ahmad Tohari juga membawa sebuah peristiwa penting pada tahun 1960an hingga 1970an. Kritik sosial dalam novel ini disampaikan secara tersirat, tetapi kuat dan menusuk. Realita yang menyakitkan tak luput melalui seluruh kejadian dalam novel ini.
Poin kelebihan dalam novel “Ronggeng Dukuh Paruk” adalah bagaimana Ahmad Tohari bisa membawa masuk pembacanya dalam dunia buatannya melalui deskripsi alam Dukuh Paruk serta sekitarnya. Kita seakan ikut merasakan suasana alam tersebut.
Adat-istiadat mereka punya dianggap tak bermoral, karena tak sesuai dengan nilai seharusnya ada. Itu menjadi petaka untuk mereka.
Itulah menjadi poin utama yang kuat dalam novel ini. Ahmad Tohari juga membawa sebuah peristiwa penting pada tahun 1960an hingga 1970an. Kritik sosial dalam novel ini disampaikan secara tersirat, tetapi kuat dan menusuk. Realita yang menyakitkan tak luput melalui seluruh kejadian dalam novel ini.
Poin kelebihan dalam novel “Ronggeng Dukuh Paruk” adalah bagaimana Ahmad Tohari bisa membawa masuk pembacanya dalam dunia buatannya melalui deskripsi alam Dukuh Paruk serta sekitarnya. Kita seakan ikut merasakan suasana alam tersebut.
Graphic: Death, Sexism, Cultural appropriation
Minor: Mental illness