renpuspita's profile picture

renpuspita 's review for:

Animal Farm by George Orwell
5.0
dark reflective tense medium-paced
Plot or Character Driven: Character
Strong character development: Yes
Loveable characters: Complicated
Diverse cast of characters: Yes
Flaws of characters a main focus: Yes

  
...Tak banyak tulisan kini, kecuali satu Sila saja yang berbunyi: SEMUA HEWAN SAMA DERAJATNYA TETAPI BEBERAPA HEWAN DERAJATNYA LEBIH DARI YANG LAIN.

Bagaimana mungkin sebuah novella fable allegory yang ditulis nyaris 80 tahun lalu (dan bahkan terbitnya pun bersamaan dengan hari kemerdekaan Indonesia!) masih sangat relevan dengan kondisi saat ini? Baca Animal Farm disaat kondisi negara makin carut marut di 2025 ini rasanya sangat surreal. Gak butuh waktu lama bagi gue saat membaca kisah para hewan di Pertanian Manor untuk menghubungkan beberapa hewan dengan tokoh atau figur yang ada saat ini. Orwell boleh saja menulis Animal Farm ini sebagai satire dan kritik atas pemerintahan Stalin di era tahun 1920-1940an tapi siapa yang mengira bahwa karyanya masih menggambarkan kondisi politik hingga era modern? Membaca Animal Farm membuat gue bergidik dan merinding, seakan - akan history repeat itself. 

Beberapa mutual atau teman yang sudah baca Animal Farm berkata kalau mereka membenci Napoleon, tapi gue sendiri JAUH lebih benci sama Squealer. Napoleon (yang sebagai representasi Stalin) boleh saja memimpin Pertanian Hewan dengan tangan besi, dikelilingi oleh anak - anak anjing buas yang dididiknya sejak baru lahir yang bagi gue langsung klik kalau anjing - anjing ini tak ubahnya kekuatan militer, tapi Squealerlah yang sebenarnya lebih patut dibenci karena mengaburkan fakta yang ada dan memberikan arahan yang sesuai dengan kepentingan para babi. Squealer kalau di era saat ini ibaratnya buzzer pemerintah, yang ga kenal lelah untuk mendukung majikannya dan memutar balikkan kenyataan. Karena sudah jadi pengetahuan umum, sejarah itu selalu ditulis oleh pemenang.

Kalau ada yang membuat gue sedih ini adalah nasib Snowball, Boxer dan Clover. Snowball memang salah satu dari para Babi, tapi beda dengan Napoleon, Snowball bener - bener peduli dengan nasib para hewan di Pertanian. Idenya untuk membuat kincir angin, menulis Tujuh Sila sebagai dasar dari prinsip Hewanisme, membuat komisi - komisi yang bertujuan untuk kesejahteraan para hewan (sesuatu yang ga dianggap sama Napoleon), bahkan mengajari para hewan untuk baca tulis. Apa daya nasib Snowball cukup sampai disini aja. Tentu ada pertanyaan lanjutan, apakah kalau Snowball yang memimpin alih - alih Napoleon, kondisi Pertanian Hewan akan membaik dan apa yang diimpikan Old Major akan terbukti? Entahlah, tapi kalau melihat gebrakan Snowball menurut gue itu sangat mungkin. 

Kemudian Boxer, perasaan gue campur aduk antara kasihan dan kesal. Menurut diskusi gue dengan bbrp orang, Boxer ini ibaratnya representasi kelas pekerja. Yang gue ga habis pikir, betapa single-mindednya Boxer dalam membela Napoleon sembari terus kerja keras. "Napoleon selalu benar" adalah doktrin yang ditanamkan Boxer pada dirinya sendiri tapi apa yang akhirnya menanti sang kuda pada akhir hidupnya? Jujur gue marah dan sedih, karena apa yang terjadi pada Boxer bisa terjadi pada siapapun. Bahaya pengkultusan pada tokoh tertentu sementara politik itu cair, lawan bisa jadi kawan dan sebaliknya, yang ada hanyalah kepentingan. Clover sendiri merepresentasikan masyarakat biasa yang masih ingat sejarah awal pemberontakan hewan - hewan pada Tuan Jones, tapi tidak bisa berbuat apa - apa. Dari Clover dan hewan - hewan lain, gue melihat bahwa Napoleon memang tidak mau hewan - hewan jadi pintar, karena hewan yang bodoh lebih mudah dikendalikan dan Squealer bisa menjalankan tugasnya tanpa hambatan termasuk mengubah Tujuh Sila sesuai dengan kepentingan para babi. Ring any bells? 

Ada beberapa alegori hewan lain yang juga menarik. Seperti Benjamin, sang keledai yang cerdas dan bisa membaca namun memilih untuk bersikap apolitis dan tidak peduli. Kepedulian Benjamin hanya terjadi satu kali tapi itu pun sudah terlambat. Sementara Moses si gagak, kalau gue cek di Wiki, ibaratnya representasi dari ajaran agama dan mungkin juga sikap skeptis Orwell pada ajaran agama secara general. Para domba yang selalu mengembik tidak ubahnya kaki tangan Squealer dalam menjalankan propaganda karena bualan tidak akan berjalan kalau tidak ada pendukungnya.

Animal Farm menyisakan ending yang bisa diinterpretasikan bebas tapi jujur saat gue selesai baca menimbulkan rasa hampa. Novella ini memang hanya fiksi, tapi apa yang terjadi di Pertanian Hewan adalah kisah nyata yang pernah terjadi dan kali ini kembali terulang di era modern. Menurut gue meski kamu bukan pembaca novel klasik atau ga biasa baca klasik, Animal Farm ini sayang banget buat dilewatkan. Ga masalah juga kamu baca ini karena awalnya FOMO (gue juga sama kok hahaha), karena makna dan pesan yang ada di Animal Farm ini sangat universal dan tak akan lekang oleh jaman.

Recommended!

 ...Semuanya mirip. Kini jelas, apa yang terjadi dengan wajah babi - babi itu. Para hewan di luar melihat dari babi ke manusia lagi. Mereka sudah tidak bisa membedakan, yang mana babi dan yang mana manusia 


Expand filter menu Content Warnings