Take a photo of a barcode or cover
autumnfallreader 's review for:
Children of Blood and Bone
by Tomi Adeyemi
adventurous
challenging
dark
medium-paced
Plot or Character Driven:
A mix
Strong character development:
Complicated
Loveable characters:
Complicated
Diverse cast of characters:
No
Flaws of characters a main focus:
Yes
Yaampun, yaampun, aku nggak nyangka ternyata bisa juga baca English Fantasy, wkwk. Rating kutaruh di bawah karena aku bingung mau kasih rating berapa. Di sisi lain aku suka, tapi aku gedeg juga sama tokoh-tokohnya, duh!
PROS:
Untk pembaca awam Mitologi Afrika, menurutku deskripsinya super duper ringan dan mudah dimengerti. World building-nya, terus magic systemnya juga. Setelah libur baca fantasi dan baru mulai lagi beberapa bulan terakhir ini, buku ini termasuk seri yang world buildingnya bgs.
Hal lain yang oke banget menurutku villain sih. Kalau dari sisi Saran sama Inan, ngerti banget kenapa mereka pengen banget musnahin Maji. Apalagi buat Saran, ya. Saran salah pendekatannya, tapi motivasi dia jelas banget.
Dan ya sebenernya, ini cycle, sih. Ujung2nya Saran dan Maji sama aja.
Pengembangan karakter Amari, sih, yang paling kerasa. Dia juga paling menonjol. Walaupun, tiga tokoh utama ini basic-nya udah kuat. Mulai dari misbelief, desire, dan fear.
CONS:
Kalau tadi aku bilang basic karakternya udah kuat itu masuk yang aku suka dan apresiasi, nah hal yang disayangkannya adalah karakter Amari aja yang ada pengembangan karakter. Zellie dan Inan ini gitu-gitu aja. Bikin frustrasi malah.
Aku juga bukan termasuk pembaca yang suka sama tokoh yang terus ngelakuin kesalahan tapi dia nggak mau belajar dari kesalannya. Nah, masalahnya Zellie ini dia bebal dari awal. Nggak mau belajar. Egois dan maunya sendiri aja. Padahal dia itu udah ering banget ngerugiin orang lain. Self centered banget pokoknya.
Kukira awalnya, kesalahan yang dia bikin itu bakalan ada efek jeranya, tahunya dia sampe akhir malah kayak gitu. Dan karena dia banyak lakuin kesalahan, ditambah lagi klimaks yang pke deus ex machina. Makinlah aku kesel.
Ini yang paling kasian ya Tzain, karena dia yang selalu nanggung kesalahan-kesalahan Zellie.
Oh, sama aku nggak suka romance Zellie-Inan, sih. Insta love. Kek Inan udah sejahat itu masa iya gampang bgt maafin. Tapi ya emang Zellie mah bebal aja sih orangnya.
Inan-Amari ini bagus sih sebenernya. Karena ke ngegambarin negative arc sama positive arc.
PROS:
Untk pembaca awam Mitologi Afrika, menurutku deskripsinya super duper ringan dan mudah dimengerti. World building-nya, terus magic systemnya juga. Setelah libur baca fantasi dan baru mulai lagi beberapa bulan terakhir ini, buku ini termasuk seri yang world buildingnya bgs.
Hal lain yang oke banget menurutku villain sih. Kalau dari sisi Saran sama Inan, ngerti banget kenapa mereka pengen banget musnahin Maji. Apalagi buat Saran, ya. Saran salah pendekatannya, tapi motivasi dia jelas banget.
Dan ya sebenernya, ini cycle, sih. Ujung2nya Saran dan Maji sama aja.
Pengembangan karakter Amari, sih, yang paling kerasa. Dia juga paling menonjol. Walaupun, tiga tokoh utama ini basic-nya udah kuat. Mulai dari misbelief, desire, dan fear.
CONS:
Kalau tadi aku bilang basic karakternya udah kuat itu masuk yang aku suka dan apresiasi, nah hal yang disayangkannya adalah karakter Amari aja yang ada pengembangan karakter. Zellie dan Inan ini gitu-gitu aja. Bikin frustrasi malah.
Aku juga bukan termasuk pembaca yang suka sama tokoh yang terus ngelakuin kesalahan tapi dia nggak mau belajar dari kesalannya. Nah, masalahnya Zellie ini dia bebal dari awal. Nggak mau belajar. Egois dan maunya sendiri aja. Padahal dia itu udah ering banget ngerugiin orang lain. Self centered banget pokoknya.
Kukira awalnya, kesalahan yang dia bikin itu bakalan ada efek jeranya, tahunya dia sampe akhir malah kayak gitu. Dan karena dia banyak lakuin kesalahan, ditambah lagi klimaks yang pke deus ex machina. Makinlah aku kesel.
Ini yang paling kasian ya Tzain, karena dia yang selalu nanggung kesalahan-kesalahan Zellie.
Oh, sama aku nggak suka romance Zellie-Inan, sih. Insta love. Kek Inan udah sejahat itu masa iya gampang bgt maafin. Tapi ya emang Zellie mah bebal aja sih orangnya.
Inan-Amari ini bagus sih sebenernya. Karena ke ngegambarin negative arc sama positive arc.