Scan barcode
A review by aynsrtn
Manusia Silver by Rosiana Quraisin
adventurous
challenging
tense
fast-paced
- Plot- or character-driven? A mix
- Strong character development? No
- Loveable characters? No
3.0
"Jika kamu mengeluh akan kerasnya hidup, maka alam semesta juga berhak mengeluh akan lemahnya perjuanganmu." - p. 252
Actual rating: 3.5⭐️
Sekolahnya sedang gempar dengan praktek prostitusi online. Onet selaku ketua OSIS menyelidiki kasus tersebut dan hendak bertemu sang informan. Naasnya, saat pertemuan itu, informan—teman sekolahnya—ditemukan tewas terbunuh dan Onet dituduh sebagai pelaku pembunuhanya. Onet pun kabur dan menutupi identitasnya dengan menjadi Manusia Silver.
----
Okay, aku rasa daripada judulnya Manusia Silver (MS), lebih tepat kalau judulnya Butterfly atau Kupu-Kupu. Karena MS di sini tuh cuma sekadar sub-konflik sebab lebih besarnya ya dalam pencarian tersangka pembunuh dan praktek prostitusi.
Ini beberapa catatanku:
1) Typo
Banyak banget typo-nya. Bahkan ada spasi/enter yang loncat satu di paragrafnya.
2) Karakter
Onet sebagai protagonis di sini malah kalah saing menurutku dengan Awes. Mana Onet nggak lovable sifatnya. Bisa-bisanya di tengah deraan jadi buronan dan dituduh membunuh, dia kepikiran buat menambatkan hati kepada perempuan lain, padahal saat itu dia punya pacar.
Terus pas lagi disekap itu, dia lebih milih bareng sang gebetan dan biarin temennya si Awes lolos sendiri. Meskipun di akhir dia bilang sayang keduanya—both Awes and his crush. Kataku mvp di sini tuh Awes bukan Onet. Dan sayangnya, ga ada karakter yang buat aku simpati. Mungkin karena telling dan sangat deskripsi. Jadi aku hanya ber-oh ... gitu.
3) Plot
Premisnya bagus menurutku. Namun, sebagai novel mystery thriller, kenapa ambil setting masih anak SMA? Kan ya bisa aja di bangku kuliah. Maksudnya jadi lebih dewasa gitu karakternya. Sebab, kalau untuk setting masih sekolah, ini tuh malah kayak nggak masuk akal. Kok bisa lolos dari kejaran polisi, mana polisinya dua lagi? Kok bisa hindari tembakan sedekat itu? Kok berani banget ke motel dan melakukan tindakan penyelamatan? Anak SMA lho ini. Ya, fiksi sih tapi untuk anak sekolah kayak kejagoan banget mereka, hehe.
Dan romance story line cinta segitiga antara anak SMA dan polisi, menurutku agak terkesan dipaksakan. Serta sampai akhir aku nggak nangkep apa alasan Tami ikut menyelidiki Butterfly ini. Background story-nya apa? Awal deket sama Jaka—si polisi, terus pas akhir gimana itu sama si Jaka. Banyak plot holes yang nggak terjawab karena di akhir tuh kayak terburu-buru pace-nya.
Plot twist-nya pun kayak ya oh ... gitu, nggak mencengangkan. Di epilog juga nggak menjawab apapun. Jadi user dewa itu siapa?
‐----
Demikian ulasanku. Ini murni hanya preferensi pribadi. Sebagai novel mystery thriller masih bisa aku ikuti dan cukup suspense di beberapa adegan.
✨️
Actual rating: 3.5⭐️
Sekolahnya sedang gempar dengan praktek prostitusi online. Onet selaku ketua OSIS menyelidiki kasus tersebut dan hendak bertemu sang informan. Naasnya, saat pertemuan itu, informan—teman sekolahnya—ditemukan tewas terbunuh dan Onet dituduh sebagai pelaku pembunuhanya. Onet pun kabur dan menutupi identitasnya dengan menjadi Manusia Silver.
----
Okay, aku rasa daripada judulnya Manusia Silver (MS), lebih tepat kalau judulnya Butterfly atau Kupu-Kupu. Karena MS di sini tuh cuma sekadar sub-konflik sebab lebih besarnya ya dalam pencarian tersangka pembunuh dan praktek prostitusi.
Ini beberapa catatanku:
1) Typo
Banyak banget typo-nya. Bahkan ada spasi/enter yang loncat satu di paragrafnya.
2) Karakter
Onet sebagai protagonis di sini malah kalah saing menurutku dengan Awes. Mana Onet nggak lovable sifatnya. Bisa-bisanya di tengah deraan jadi buronan dan dituduh membunuh, dia kepikiran buat menambatkan hati kepada perempuan lain, padahal saat itu dia punya pacar.
Terus pas lagi disekap itu, dia lebih milih bareng sang gebetan dan biarin temennya si Awes lolos sendiri. Meskipun di akhir dia bilang sayang keduanya—both Awes and his crush. Kataku mvp di sini tuh Awes bukan Onet. Dan sayangnya, ga ada karakter yang buat aku simpati. Mungkin karena telling dan sangat deskripsi. Jadi aku hanya ber-oh ... gitu.
3) Plot
Premisnya bagus menurutku. Namun, sebagai novel mystery thriller, kenapa ambil setting masih anak SMA? Kan ya bisa aja di bangku kuliah. Maksudnya jadi lebih dewasa gitu karakternya. Sebab, kalau untuk setting masih sekolah, ini tuh malah kayak nggak masuk akal. Kok bisa lolos dari kejaran polisi, mana polisinya dua lagi? Kok bisa hindari tembakan sedekat itu? Kok berani banget ke motel dan melakukan tindakan penyelamatan? Anak SMA lho ini. Ya, fiksi sih tapi untuk anak sekolah kayak kejagoan banget mereka, hehe.
Dan romance story line cinta segitiga antara anak SMA dan polisi, menurutku agak terkesan dipaksakan. Serta sampai akhir aku nggak nangkep apa alasan Tami ikut menyelidiki Butterfly ini. Background story-nya apa? Awal deket sama Jaka—si polisi, terus pas akhir gimana itu sama si Jaka. Banyak plot holes yang nggak terjawab karena di akhir tuh kayak terburu-buru pace-nya.
Plot twist-nya pun kayak ya oh ... gitu, nggak mencengangkan. Di epilog juga nggak menjawab apapun. Jadi user dewa itu siapa?
‐----
Demikian ulasanku. Ini murni hanya preferensi pribadi. Sebagai novel mystery thriller masih bisa aku ikuti dan cukup suspense di beberapa adegan.
✨️
Graphic: Child abuse, Murder, and Sexual harassment