Take a photo of a barcode or cover
A review by blackferrum
Lokananta by Aji Fauzi, Puguh P.S Admaja, Aris Kalamtara
inspiring
lighthearted
reflective
fast-paced
- Plot- or character-driven? Character
- Strong character development? Yes
- Diverse cast of characters? Yes
- Flaws of characters a main focus? Yes
2.5
Ananta kabur ke Manado ketika kalah dalam sebuah kompetisi band karena enggan menepati janji pada ayahnya untuk melanjutkan studi ke Mesir. Dalam pelariannya, dia bertemu pemuda lokal yang berusaha keras mengenalkan alat musik kolintang pada anak muda di daerahnya. Ananta tidak bisa memungkiri rasa bahagianya ketika menemukan seseorang yang punya ambisi sama dengannya.
Namun, sayang, sinergi mereka menciptakan kombinasi antara kolintang dan alat musik modern yang dikuasai Ananta malah membuat group kolintang yang susah payah dibentuk Loka terancam bubar. Hubungan keduanya pun dirasa tidak memiliki harapan. Ananta harus menelan kekecewaan ketika mengetahui hal besar yang selama ini Loka sembunyikan, serta merelakan pelarian singkatnya ketika ayahnya datang menjemput.
Buku ini membahas soal passion dan keinginan mewujudkan hal tersebut dalam keadaan yang amat tidak pasti dan mendesak untuk diakhiri. Meskipun halamannya kurang dari 200, ambisi Ananta digambarkan dengan baik. Sikapnya yang cenderung rebel menjadi contoh nyata sebagian remaja yang ingin menekuni apa yang menjadi kesenangan dan bakatnya. Lalu peran Abi menjadi antagonis dalam cerita dengan berbagai trauma di latar belakangnya.
Semua unsurnya masuk dengan seleraku, sampai karakterisasi Loka yang keras kepala terasa mulai mengganggu. Harusnya ini jadi hal yang bagus, dong? Yep, but I declined what he did in the ending. Kayak apa ya, dia ngeyelnya nggak masuk akal saja. Dia tahu kenyataannya, tapi masih nekat berbuat begitu? Wah, citra okenya langsung luruh.
Adek-adek, Loka ini contoh bulol yang harus kalian hindari sifatnya, oke? Cinta memang menyenangkan dan bisa mendatangkan kebahagiaan, tapi bahagia itu nggak akan bertahan jika kalian punya perbedaan prinsip dan keadaan memang sudah tidak memungkinkan untuk bersama.
Oh, sikap abinya Ananta ini juga somehow mengganggu. Lama-lama ekstrem juga sampai harus bawa polisi buat menangani masalah. I know, itu berarti dia sayang banget sama anaknya, tapi perilakunya justru bikin sesak. Poor Ananta :(
hh
Buku ini cocok buat yang lagi cari bacaan dengan jumlah halaman <200, islamic fiction dengan sentuhan romansa, tentang ambisi dunia musik, dan konflik perbedaan keyakinan, boleh coba baca buku ini. Lumayan mengisi waktu ngabuburit.
Namun, sayang, sinergi mereka menciptakan kombinasi antara kolintang dan alat musik modern yang dikuasai Ananta malah membuat group kolintang yang susah payah dibentuk Loka terancam bubar. Hubungan keduanya pun dirasa tidak memiliki harapan. Ananta harus menelan kekecewaan ketika mengetahui hal besar yang selama ini Loka sembunyikan, serta merelakan pelarian singkatnya ketika ayahnya datang menjemput.
Buku ini membahas soal passion dan keinginan mewujudkan hal tersebut dalam keadaan yang amat tidak pasti dan mendesak untuk diakhiri. Meskipun halamannya kurang dari 200, ambisi Ananta digambarkan dengan baik. Sikapnya yang cenderung rebel menjadi contoh nyata sebagian remaja yang ingin menekuni apa yang menjadi kesenangan dan bakatnya. Lalu peran Abi menjadi antagonis dalam cerita dengan berbagai trauma di latar belakangnya.
Semua unsurnya masuk dengan seleraku, sampai karakterisasi Loka yang keras kepala terasa mulai mengganggu. Harusnya ini jadi hal yang bagus, dong? Yep, but I declined what he did in the ending. Kayak apa ya, dia ngeyelnya nggak masuk akal saja. Dia tahu kenyataannya, tapi masih nekat berbuat begitu? Wah, citra okenya langsung luruh.
Adek-adek, Loka ini contoh bulol yang harus kalian hindari sifatnya, oke? Cinta memang menyenangkan dan bisa mendatangkan kebahagiaan, tapi bahagia itu nggak akan bertahan jika kalian punya perbedaan prinsip dan keadaan memang sudah tidak memungkinkan untuk bersama.
Oh, sikap abinya Ananta ini juga somehow mengganggu. Lama-lama ekstrem juga sampai harus bawa polisi buat menangani masalah. I know, itu berarti dia sayang banget sama anaknya, tapi perilakunya justru bikin sesak. Poor Ananta :(
hh
Buku ini cocok buat yang lagi cari bacaan dengan jumlah halaman <200, islamic fiction dengan sentuhan romansa, tentang ambisi dunia musik, dan konflik perbedaan keyakinan, boleh coba baca buku ini. Lumayan mengisi waktu ngabuburit.