Scan barcode
A review by aynsrtn
Kapten Hanya Ingin ke Dili: Kumpulan Cerita by Felix K. Nesi
dark
sad
tense
fast-paced
4.0
Terdiri 11 cerita pendek dengan tema yang beranekaragam. Mulai dari mengangkat budaya dan polemik di Timor—khas sang penulis, ritual, mitos, sarkasme terhadap orde baru, kekerasan seksual, dan stigma orientasi seksual.
Awalnya ku kira semua cerpen-cerpen di sini hanya akan mengangkat tentang kebudayaan dan intrik di Timor—seperti di Orang-Orang Oetimu, sebab karya tersebut begitu membekas untukku—namun ternyata ada juga cerpen-cerpen yang mengangkat isu-isu saat ini dan di rasa lebih modern. Diversity-nya cukup luas.
Cerpen yang favoritku, yaitu
1. Mayat-Mayat yang Hilang
Awalnya ku kira semua cerpen-cerpen di sini hanya akan mengangkat tentang kebudayaan dan intrik di Timor—seperti di Orang-Orang Oetimu, sebab karya tersebut begitu membekas untukku—namun ternyata ada juga cerpen-cerpen yang mengangkat isu-isu saat ini dan di rasa lebih modern. Diversity-nya cukup luas.
Cerpen yang favoritku, yaitu
1. Mayat-Mayat yang Hilang
"... jika tidak ada perempuan yang hidup, kami boleh menyetubuhi mayat. Saya lebih memilih pisang daripada mayat."-p. 54
bro neno, bro ... anda sungguh berani!
2. Iblis Padang Sabana
Mindblowing dan plot twist-nya 🤯 [ada peringatan pemicu pada cerpen ini].
3. Gabriella dan Rumah-Rumah
Plot-twist dan membuatku tercenung. Definisi "rumah" di sini pun begitu apik dituliskan.
Akhir kata, sebuah kumpulan cerita yang sarat akan isu sosial. Bukunya tipis dan dapat dibaca sekali duduk.
Graphic: Death, Rape, Sexual assault, Sexual violence, Violence, and Lesbophobia