A review by goguma
Seorang Pria yang Melalui Duka dengan Mencuci Piring by Andreas Kurniawan

emotional informative reflective sad medium-paced

5.0

What a beautiful book to learn and unlearn tentang proses berduka.

Mungkin banyak dari kita yang masih mendengar celetukan seperti di bawah ini ketika sedang berduka:

“Berduka jangan kelamaan,”
“Gak boleh loh nangis segitunya,”
“Sabar ya nanti diganti dengan yang lebih baik,”
“Jangan nangis, ntar dia gak tenang di sana,”
Atau malah dibandingkan duka kita dengan duka yang ia alami.

Dari buku ini, aku disadarkan bahwa ada dua hal paling mandatory tentang berduka.

1. Jangan membandingkan satu duka dengan orang lain
2. Jangan ajari orang cara berduka

Proses berduka adalah proses panjang dan biarkan setiap orang memiliki momennya sendiri dalam menerima dan menikmati hal itu.

Jadi sampai kapan mau berduka? Selama yang aku bisa.

P.S poin plus lain, buku ini dituturkan dengan bahasa yang mudah sekali dipahami dan tidak banyak orang yang bisa menulis nonfiksi dengan seluwes ini. Terlebih penulis merecall kembali ingatannya tentang kehilangan! I was crying ugly over and over. SO THIS IS DEFINITELY MY 5 STARS BOOK!