A review by my_bibliotheca
Confessions by Kanae Minato

challenging dark emotional tense fast-paced

5.0

Minato Kanae memang gak pernah gagal buat bikin aku melongo! Confession merupakan buku kedua dr Minato Kanae yg udah aku baca setelah Penance. 

Seorang guru single mother mendapati anaknya meninggal tenggelam di kolam sekolah. Rumornya, kasus ini merupakan kecelakaan. Tapi, Yuko Sensei mencium adanya kesengajaan dlm kasus ini dan mencurigai dua anak didiknya. 

Ia memulai rencana balas dendam dengan mencampurkan darah suaminya yg mengidap AIDS ke dlm susu kemasan kedua anak didik tersebut saat program milk time di sekolah. Kemudian membeberkan semua rentetan kejadian pembunuhan anaknya di depan kelas. Lalu, ia berpamitan dan mengundurkan diri sbg guru.

Secara garis besar, Confessions dan Penance memiliki cara penyampaian cerita yang mirip. Di chapter awal, kita akan langsung disambut permasalahan besar dan menjadi titik awal sekaligus nyawa cerita. Selanjutnya, kita akan menyaksikan berbagai pengakuan dari para pemeran cerita dan tentunya dengan beragam sudut pandang masing-masing pemeran. Itulah kenapa kita bisa tahu isi kepala, cerita dan gambaran semua karakater secara mendetail.

Cerita ini merupakan cerita misi pembalasan dendam. Tapi, dikemas dengan begitu halus dan elegan. Balas dendam tanpa melibatkan diri secara langsung. Balas dendam di awal cerita itu cuma pembuka dari serentetan adegan tidak menyenangkan lainnya. Dampaknya justru lebih kompleks dari perkiraan. Yah, ini memang bakat murni Minato Kanae di setiap tulisannya yaa 😂

Mengenai narasi dan gaya penulisan gak perlu diragukan lagi yaa! Selalu mengalir dan diselipi dark humor yang membuat buku ini makin unputdownable dan page turner. Terima kasih juga kepada translator dan editor, karena ceritanya gak berubah kaku dan tetap sangat sangat nyaman untuk dibaca dlm Bahasa Indonesia. Lope sekebon!