Scan barcode
A review by aynsrtn
Parnassus Keliling by Christopher. Morley
challenging
funny
lighthearted
fast-paced
4.0
Saat menjual sebuah buku kepada seseorang, kita tidak hanya menjual dua belas ons kertas beserta tinta dan lemnya—kita menjual sebuah kehidupan baru yang utuh kepadanya. - p. 46
Setiap hari Helen McGill hanya mengurusi rumah dan ladangnya. Kakaknya Andrew McGill adalah seorang pria literasi penulis best seller yang hanya memikirkan literasi tanpa membantu Helen soal pekerjaan rumah. Suatu hari seorang pria berjanggut merah bernama Tuan Mifflin datang ke rumah Helen berniat untuk menjual parnassusnya kepada Andrew. Lalu, dengan impulsif, Helen yang membeli parnassus itu sebagai upaya #kaburajadulu dari rutinitas pekerjaannya yang monoton [baca: healing].
Buku ini dapat dibaca sekali duduk. Meski buku klasik, terbit 100 tahun yang lalu, tapi isu dan polemiknya masih sangat cocok di era sekarang. Usaha Mifflin untuk menyebarkan budaya literasi ke seluruh penduduk desa—antar desa, antar kota—patut diapresiasi. Dari sisi Helen, yang menginginkan liburan dari penatnya pekerjaan rumah pun menambah seru petualangan Helen dan Mifflin dalam menjual buku—menyebarkan budaya literasi.
Komedinya pun dapet banget. Beberapa kali aku tertawa di beberapa adegan. Salah satunya adegan Andrew dan Mifflin berantem. Sarkasme mereka dan saling adu "literasi" seru banget, haha. Puncaknya saat adegan di penjara. Love of my life, tsahhh.
Sebuah buku klasik yang bagus tentang buku dan segala dinamikanya.
Suka! 💐