autumnfallreader's Reviews (1.05k)

dark mysterious medium-paced
Strong character development: No
Loveable characters: No
Diverse cast of characters: No
Flaws of characters a main focus: Yes

Finally I finish the book! I've read the book on Libby. 

Honestly, I don't really like the book coz it's so slow at the beginning. I don't really invested to the chara after Corbin. I don't really like the ending coz the plot armor and insta love. I mean, if that person alway cut the throat when killed the victim, why that person did not do the same thing to the last target???? For no reason???? 


inspiring lighthearted fast-paced

Setelah baca buku-buku paling baru dari Mbak Ary, aku udah mulai familiar pattern-nya. Pasti pakai trope triangle. Satu cewek dan dua cowok. Semua buku yang kubaca kayaknya begitu semua. Tapi semuanya selalu tereksekusi dengan baik. Maksudnya, semua tokoh itu bisa dicintai tapi endingnya juga nggak yang menyedihkan gitu lho.

Pros:

Beberapa hal yang kusuka sih pasti persaudaraannya, yak. Menghangatkan hati. Mereka bukan saudara kandung tapi ikatannya lebih dari itu. Aku juga suka gimana semua tokoh ini punya porsi dan keunikannya masing-masing. Okta masih mencuri perhatian dengan asperger-nya, walaupun emang nggak dieksplor sedalam itu. Masih dipermukaan tapi tetep ngena.

Seperti yang kubilang sebelumnya, love triangle emang selalu ada di bukunya Mbak Ary, tapi ini beneran pas banget porsinya. Pas awal aku emang suka Juno aja, tapi makin sini aku juga suka Geo. Dan sepanjang cerita itu nggak ada yang porsinya lebih besar. Makanya aku juga nggak tahu nih endingnya bakalan ke siapa. Aku udah kena spoiler karena baca Clair duluan, tapi ternyata ingatanku salah. Wkwkkw. Udah deg-degan aja aku tuh, wkwkwk.

Bukunya juga ngasih aku pengeahuan baru soal adposi. Tata caranya. Walaupun nggak detail tapi ada di teasing sedikit dan yah jadinya juga kebayang gitu tah gimana nanti panjangnya proses adopsi anak, apalagi buat yang belom nikah keknya bakalan susah to the max.

Cons:

Karena aku tim slow burn, dan aku seneng liat proses seseorang jadi jatuh cinta, di buku ini nggak kasih itu. Soalnya kedekatannya cuman montase. Kek sekilas-sekilah aja. Lebih ke telling gitu ya maksudnya. Makanyalah berpengaruh sama chemistry-nya. Juno-Maya atau Geo-Juno tuh rasanya datar-datar aja gitu. Aku tahu mereka ada benih-benih cinta ya dari deskripsinya aja. Sebenernya ini juga pake showing sih, kayak gimana kalau Maya lagi sama Geo, atau gimana sikap Maya ke Juno, tapi tuh hanya sekedar itu aja. Nggak ada spark-nya aja untukku.

Karena fokusnya banyak, semuanya jadi nanggung. Juno, Geo, Maya, Augy, Okta-Septi, mereka dikasih porsi masing-masing, tapi jadinya cuman sekilas-sekilas aja. Latar belakang Maya bahkan nggak selesai walaupun dikasih tahu siapa ortunya. Masalah Geo juga terasa cepet banget.

Overall, aku tetep suka bukunya.
dark emotional mysterious fast-paced
Plot or Character Driven: Character
Strong character development: Complicated
Loveable characters: Complicated
Diverse cast of characters: No
Flaws of characters a main focus: Yes

Dulu sempet baca tapi ku DNF. Sekarang, karena lagi baca bareng, akhirnya aku baca lagi. Daaaan ternyta bukunya lumayan juga.

•Pros:

Narasinya enak dibaca (setelah sekian penulis dari Side B ini, akhirnya aku nemu juga penulis yang bakalan kubaca buku lainnya, wkwkwk). Surprisingly, bukunya juga page turning.

Karakter Ayu di paruh pertama juga konsisten. Dan bukan cuman Benny aja yang ngerasa misterius aku juga ngerasa gitu. Penulisnya bisa ngurai satu-satu masa lalu Ayu dan bikin lebih kenal juga sama dia.

Selain Ayu, ada Ditto yang jdi second lead-nya. Dia juga karakternya cukup konsisten. Nyebelinnya nggak ada ampun dan dia beneran gitu sampe akhir, wkwkwk.

Benny, aku cukup suka sama perubahan dia di seperempat terakhir. Yah, pas bagian POV dia. Aku seneng aja sih liat dia menderita, buahahahahahaha. Kek you deserve that, bro!!! Hahaahahaha.

•Cons

Nah, sayangnya nih, Benny ini totally bland. Selain dianyang disebutin brengsek dan emang brengsek, aku nggak merasakan kehadiran dia di paruh pertama. Bukunya emang buku Ayu, tapi kek terlalu sepi padahal ada karakter lain yg berpotensial buat bukunya tambah rame.

Sejujurnya, aku bahkan nggak begitu peduli sih sama nasib Ayu dan Benny. Kek yaudahlah mau jadi mau enggak juga terserah, saking bland-nya si Benny ini.



Overall aku enjoy kok baca ini
fast-paced
Plot or Character Driven: N/A
Strong character development: No
Loveable characters: No
Diverse cast of characters: No
Flaws of characters a main focus: Yes

Novel panjang kedua yang kuselesaikan tahun ini. Ceritanya ringan dan lumayan page turning. Enggak banyak bikin mencak-mencak tapi bukan yang spesial juga.

Pros:
Cerita ini punya empat tokoh yang jadi center cerita, dan porsinya pas semua. Nggak ada yang kebanyakan atau kekurangan screen time.

Narasi ceritanya juga lebih enak dibaca walaupun ada yang cringe tapi untuk keseluruhan masih enjoy aku bacanya.

Karakterisasi Rara sama Andika lumayan juga. Konsisten dan kuat.

Cons:

Sebenernya, bukunya super datar. Ada beberapa hal yang mau aku point out:

1. POV nya berantakan banget. Semua dikasih POV. POV 1 dari 4 tokoh utama, terus ditambah POV tiga. Belum lagi tone dan vibe-nya sama aja, dan enggak ada bedanya sama sekali. Perpindahannya juga asal dan semaunya.

2. Karakterisasi Dylan sama Nina dataaar banget. Padahal tokoh utamanya mereka berdua tapi enggak ada ciri khas sama sekali. Malah ke overshadowing sama Rara dan Dhika. Cukup disayangkan.

3. No chemistry. Karena karakternya nggak kuat, jadi ya chemistry nya juga nggak dapet. Dinamikanya juga nggak ada. Dika ke Nina juga move on secepat itu dan kek apa ya, pas dia beralih ke Rara juga nggak ada chemistry-nya sama sekali. Dylan ke Nina apalagi. Lebih banyak telling tanpa ada adegan-adegan yang bikin Dylan meyakinkan aja kalau dia suka sama Nina. Tiba-tiba aja udah suka gitu.

Yang mencuri perhatian itu kasus terakhir. Bisa2nya si ibu guru mau sama dia. Ih padahal red flag banget. 😂

Ada juga kasus Baron Night.

Di sini kkeknya cerita yg fokus pada berkorban untuk yang tersayang. 😂 
dark mysterious sad fast-paced
Plot or Character Driven: Plot
Strong character development: Complicated
Loveable characters: Yes
Diverse cast of characters: No
Flaws of characters a main focus: No

Kasus kedua ini heartbreak banget sih. Dan ini juga jdi alasan Shin buat jdi detektif yg lebih bijak. Kalau dipikir2 lagi, banyak hal yg Shin dpet selama dka jdi Conan. Soalnya pas jdi Shin, dia rada2 star syndrome, tapi pas jadi Conan, dia lbih wise aja jdinya.