aynsrtn's reviews
264 reviews

We Hunt the Flame: Memburu Api by Hafsah Faizal

Go to review page

adventurous challenging dark emotional mysterious sad tense slow-paced
  • Plot- or character-driven? A mix
  • Strong character development? Yes

5.0

The storyline, the writing, the plots, the characters, the world building, the tension(s), the action(s), and the plot twist(s) are THE MASTERPIECE! Perfectly perfect

∞/5⭐️

Kalau kamu suka genre fantasi, berlatar timur-tengah, dengan trope musuh menjadi cinta [yang literally dan figuratively musuh sampai ada adegan mau bunuh-bunuhan], bacalah buku ini! BACA!! 👊

Buku ini meskipun tebal [tapi lebih tebal buku keduanya sih], tidak ada plot dan tulisan yang sia-sia dan diksinya cantik [terima kasih Mbak Mustika yang sudah menerjemahkannya ke Bahasa Indonesia dengan sangat baik *chef kiss].

Mari kita breakdown satu per satu.

1. Karakter
Nasir Ghameq. This guy is really. Seorang putra mahkota yang menjelma menjadi pangeran maut yang "dikutuk" dengan kegelapan. Meskipun morally grey, sebenarnya keadaanlah yang memaksa dia seperti itu. Lebih tepatnya salah asuhan. Bapaknya, sang raja, begitu bengis dan zalim.

Zafira Binti Iskandar. The hunter. Alpha woman. Jago memanah. Kompas. Tidak takut pada kegelapan pangeran maut. Agak keras kepala tapi hal itu sebenarnya yang harus dimiliki seorang pemburu.

Altair Al-Badawi. Jenderal. Nggak ada takut-takutnya juga sama Pangeran Maut. Hobinya bickering dan nge-roasting Nasir. Dia itu tokoh yang satu sisi bikin pembaca kesel, tapi anehnya kehadiran dan celetukannya tuh malah selalu ditunggu.

Benyamin Haadi. Umur 123 tahun. Paling bijak dan dewasa. Kalau yang lain udah mode gelut, Benyamin hadir dengan segala petuahnya.

Kifah Darwish. Dyemn, she is so hot! One of nine dari elit militer. Jagoan banget. Alpha woman. Indeed. NO DEBATE!

~ Dan mereka berlima ini adalah The Zumra alias GENG! Apalagi pas mereka saling kerja sama ngelawan para musuh di pulau itu. The action(s) 👏👏


2. Plot
Dari awal begitu pelan, slow burn, sampai bertanya-tanya ini kapan sih Zafira ketemu sama Nasir. Dan hal itu baru terwujud di 40% cerita. Namun, jangan salah, setelah mereka bertemu, sama sekali nggak dikasih nafas karena ada aja ini [calon] couple gebrakannya.

Plot twist(s)-nya membuatku beberapa kali tertegun. Tidak hanya satu, tetapi berlapis. Tak tertebak. DDANG! Gilak, this book really deserved more than 5⭐️ because it's so nailed!!

3. Dinamika dan interaksi
Ini juara banget sih. Chemistry Nasir dan Zafira pas mode strangers ke enemies, sampai ada adegan siap membunuh satu sama lain, lalu in love, no word again. Tension-nya membuatku banyak menghela nafas. Aura ingin membunuh serta dendam dibarengi saling flirting itu adalah kombinasi yang unik tetapi bikin menjerit.

Selain itu, Nasir dan Altair yang nggak kalah bikin pusing—in good way. Altair kalau ada lomba roasting Nasir udah pasti juara 1 nggak ada lawan. Apalagi tiap dia manggil Nasir, pangeran cilik, haha. Dan ternyata ada makna dibalik sebuah pertanda yang booom banget. Mereka tuh saling benci, tapi saling peduli juga.

Dan terakhir, pengembangan karakter. Terasa sekali perjalanan itu tidak hanya mengubah karakter Zafira, tetapi Nasir dan lainnya. Terutama Nasir.

#

Apalagi yang bisa ku tulis lagi, rasanya nggak ada. Buku ini membuatku yang not into fantasy jadi mulai menyukai genre ini. Buku ini masuk buku favoritku. Akan segera membaca buku keduanya.

Sukaaakkk bangetttt!!! 💐

Expand filter menu Content Warnings
Pembunuhan Di Antrean by Josephine Tey

Go to review page

challenging mysterious tense slow-paced

4.0

Seorang pria tewas ditusuk saat sedang mengantre pertunjukan teater Didn't You Know di Woffinton. Inspektur Grant diutus untuk menyelidiki dan menginvestigasi kasus pembunuhan di antrean. Namun, setelah berhari-hari, tak ada seorang pun yang mengklaim sebagai keluarga atau sanak famili dari sang korban. Hingga Grant pun mendapatkan sebuah amplop berisi 25 paun yang ditujukan untuk biaya pemakaman korban. Penyelidikan pun semakin mengerucut kepada satu orang dengan ciri-ciri: pria, kidal, orang Levantin. Namun, setelah drama penyamaran dan penangkapan, Grant justru ragu akan deduksinya.

Penulisannya sangat detail. Baik karakteristik, tempat, suasana, dan waktu. Yang paling menarik tentu saja karakter Grant. Dia adalah inspektur yang menurutku sungguh amat kepo. Tidak hanya soal motif, tapi hubungan-hubungan tidak langsung yang sepertinya nggak terlalu terkait dengan kasus. Sehingga penyelidikannya menjadi berbelit-belit, slowburn, dan bikin greget.

Kalau menyukai novel detektif yang detektifnya begitu jago deduksi dan selalu berhasil, sepertinya kurang cocok membaca novel ini. Yang ada akan merasa "kan ... tuh makanya ... lho kok ..." karena ya begitulah [mencegah spoiler]. Tapi, justru menurutku disitulah ✨plot twist✨-nya.

Expand filter menu Content Warnings
Romantika Runika by Nureesh Vhalega, Nureesh Vhalega

Go to review page

emotional lighthearted relaxing medium-paced
  • Plot- or character-driven? A mix

4.0

Runika seolah terkena "kutukan" sembilan bulan. Hubungan pacarannya selalu kandas di bulan kesembilan. Tetapi, hal ini terpatahkan ketika Runika bertemu dengan Raiden, rekan satu kantornya. Masalahnya, Vian—sahabat kentalnya Runika—selalu bersitegang dengan Raiden—pacarnya Runika. Hingga pada satu titik, Runika dihadapkan pilihan yang sulit; sahabat atau cinta.

Romantika Runika bisa juga mempunyai alternatif judul: Kompleksitas Runika. Karena, kompleks dan rumitnya perjalanan "cinta" seorang Runika.

Sebenarnya deg-degan kalau novel romance lalu di 40% cerita udah jadian. Karena kedepannya bisa aja ada manuver yang mengejutkan, seperti miskomunikasi, gelut, kabur ke luar negeri, tiba-tiba ada yang jadi ubi, atau momen meskipun terlambat, selamat atas pernikahanmu, na hae do [eh ... hehe]. Dan terbukti ternyata, haha.

Pada act pertama dibuat senyum-senyum fatal melihat bagaimana pedekatenya Raiden kepada Runika. Duh, dunia milik berdua, yang lain ngontrak deh. Apalagi adegan dansa di apart-nya Raiden [ps. suka banget sampul bukunya yang merepresentasikan adegan itu *chef kiss]. Lalu, pada act kedua, udah deg-degan nih. Pasti ada scene berantem—ya sebenarnya wajar karena kan namanya juga dua insan berbeda disatukan, pasti ada friksi—dan untungnya, masalahnya bisa selesai dengan ✨komunikasi efektif✨. Nah, pas act ketiga, ternyata komunikasi itu hanya angin lalu dan Runika yang kompleks ini melakukan aksi sepihak.

Bagian konflik terakhir dan klimaksnya ini menurutku tidak mendapatkan porsi yang seimbang apalagi untuk Raiden. One man standing banget. Orang yang dianggap netral pun ternyata tetap saja memihak pada salah satunya. Raiden cuma punya Tante Lulu dan thanks to Zeline, maknae ini meskipun bungsu tapi paling logis dan netral [ps. nggak apa-apa, kalau dunia nggak berpihak pada Raiden, masih ada aku ✊ #timraiden]

Banyak yang aku pelajari dari novel ini yaitu salah satunya mengenai industri garmen. Pembicaraan tentang perspektif privilege, doing extra miles, insecure, dan perihal berduka begitu pas diberikan tanpa kesan menggurui. Dan yang aku suka adalah—karena ini memakai sudut pandang orang pertama yaitu Runika—dia mengakui kesalahan, kebimbangan, dan keimpulsifan dia yang agak ngeselin itu. Makasih, ya, Runika, udah sadar sendiri, hehe. Dan untuk Vian, dia sungguh seperti "villain" di adegan itu.

Novel ini sampulnya cantik, menulisnya rapi, plot dan eksekusinya pun baik—meskipun ada adegan yang agak ngeselin, but in good way menambah greget saat membaca. Jadi, kalau ingin membaca novel romance yang bisa membawa kamu "berdansa" sambil ditemani playlist Taylor Swift dan One Direction, maka novel ini direkomendasikan.

Sukaaakkk!! 💐

Expand filter menu Content Warnings
Look Back by Tatsuki Fujimoto

Go to review page

emotional inspiring lighthearted sad fast-paced
  • Plot- or character-driven? Character

4.5

Fujino adalah seorang manga artist yang tetiba mendapat seorang tandem yang "mencuri" spotlight miliknya yaitu Kyomoto. Fujino pun mengerahkan segala kemampuan dan bekerja keras hingga melupakan nilai sekolahnya dan membuat kakak serta orang tuanya khawatir. Lalu, suatu hari, Fujino diminta ke rumah Kyomoto oleh gurunya. Dengan berat hati Fujino setuju karena ini di akhir masa sekolah dasarnya. Saat tiba di rumah Kyomoto, ia melihat sisi "lain" dari Kyomoto. Dan ternyata Kyomoto mengagumi Fujino, lalu mereka pun bersahabat dan Fujino memperlihatkan "dunia" kepada Kyomoto. Hingga ...

Tragic yet beautiful!

Novel grafis ini hanya 144 halaman tapi begitu cantik memotret dinamika Fujino dan Kyomoto. Storyline-nya bagus, heartwarming, sekaligus memporakporandakan perasaan. Apalagi saat momen "Look Back"-nya, dyemn! my heart broke into pieces. Kyomoto ... :""

Sukaaak! 💐

Expand filter menu Content Warnings
On Her Wedding Day by Ratna Tiana

Go to review page

emotional mysterious sad tense medium-paced

3.5

Klarinita Kalista, seorang aktris papan atas, ditemukan bersimbah darah dengan gaun pernikahannya. Hari di mana Klarin seharusnya menjadi seorang istri dari Jagad Djojoningrat, malah berakhir tragis. Dia kehilangan nyawanya di hari pernikahannya.

Peringatan pemicu: adegan berdarah-darah, kekerasan, tindakan menyakiti diri sendiri.

Aku suka cara penceritaannya. Terkadang ada dialog yang repetitif, tapi itu sebenarnya untuk melihat kejadian dari setiap sudut pandang. Kalau dibuat film dengan eksekusi yang bagus, pasti keren pas switching pov yang nantinya akan bertemu di satu titik, sungguh ✨️absolute cinema✨️

Novel ini lebih banyak unsur romance "cinta begini" kalau kata lagu tangga daripada thriller dan suspense-nya. Ceritanya lebih ke rumitnya cinta segi empat dan drama kehidupan. Untuk misteri dan thriller-nya so-so. Semua punya motif karena korbannya pretty as f annoying, tapi pas ke reveal pelakunya, nggak terlalu kaget karena udah terlihat sih. Tapi, kasihan aja, korbannya nggak punya seseorang yang tulus sama dia, kecuali [redacted]—yang malah diabaikan oleh sang korban. Coba aja pas D-Day mau diajak pergi, dia nggak akan jadi mayat. Tapi, kalau gini nggak jadi cerita, hehe.

Overall, seru. Tetap bisa diikuti. Kalau mau baca romance yang dikemas dalam bumbu thriller, bisa baca buku ini.

Expand filter menu Content Warnings
Cantik Seperti Angka Delapan by Nikola Huppertz

Go to review page

emotional inspiring lighthearted reflective medium-paced
  • Plot- or character-driven? Character

4.0

Bagi Malte Ripken, hidupnya adalah seputar tentang matematika dan angka. Sampai ia bertemu kakak tirinya, Josefine. Perempuan bertindik dengan hoodie bolong, yang uniknya, mengajarkan Malte bagaimana menulis sebuah puisi. Seorang yang sangat eksak menjelma menjadi dik sastra. Di tengah perjuangannya ikut seleksi olimpiade matematika, Malte pun dihadapkan dengan Lale, perempuan yang membuatnya "resah" dan urusan "rumit" keluarganya.

Buku ini meskipun masuk ke middle grade mepet teenlit, tapi ratingnya 17+. Mungkin karena mengandung ujaran kasar dan implied cheating dalam konfliknya. 

Malte yang berusia 12 tahun jalan 13 tahun harus mendefinisikan arti wanita "jalang" yang disematkan kepada mamanya oleh Josefine, kakak tirinya. Aku kira hubungan Malte dan Josefine akan memanas khas saudara tiri, namun ternyata tidak. It's so warming. Apalagi setiap Josefine manggil Malte dengan "Dik" 🤧

Sebenarnya konfliknya amat rumit, tapi karena penceritaannya dari sudut pandang Malte, anak usia 12 tahun, jadi sedikit lebih "santai", dilema ala anak menuju remaja, yang tetap chill dan kadang cuek. 

Penyelesaiannya pun pas. Dan suka banget sama puisi Malte untuk Lale. Duh, remaja.

Cantik Seperti Angka Delapan. Banyak yang berkata, "Cantik seperti malam."
tetapi menurutku kau cantik seperti angka delapan.
Kau dan angka delapan tidak membiarkanku tenang karena kalian berdua mirip dan saling membawa ketidakterbatasan.

Jika ingin membaca buku middle grade menuju fase remaja dengan sekelumit matematika dan dilema jatuh cinta serta drama keluarga, buku ini direkomendasikan.

Sukaak! 💐
Pulang by Sofi Meloni

Go to review page

dark lighthearted mysterious reflective sad fast-paced
  • Plot- or character-driven? Character

4.0

Buku dengan sampul yang cerah berwarna-warni dan penuh bunga, namun tak dapat disangka dan diduga, isinya begitu "dalam" dan juga "mendung".

Peringatan pemicu: mengandung adegan melukai diri sendiri, bunuh diri, dan depresi.

Buku secerah ini trigger warning-nya "gelap" banget kayak negara ini, eh. 

Berkisah tentang Angel yang "terjebak" di sebuah toko bunga. Tak ada yang bisa melihatnya sampai seorang pria bernama Adam datang untuk membeli bunga. Mereka terkoneksi saling bisa "melihat" padahal sama-sama [...]. Lalu, Tiara, sang pemilik toko bunga, "terjebak" dalam trauma masa kecil dan hubungan toxic. Dia merasa hidupnya tak lagi berarti. Di saat itu, Angel seperti melihat dirinya sendiri pada diri Tiara. Ia dan Adam pun memecahkan misteri mengapa ia, Adam, dan Tiara saling terkait. 

Buku ini ditulis kriteria romance, tapi menurutku malah lebih ke magic realism—fantasy. Unsur romance-nya toxic, adegan manisnya pun adanya di epilog, haha. Meski begitu, premisnya ini unik, fresh, dan menarik. Bisa dibaca sekali duduk pula. Eksekusinya pas, hanya memang karena tipis jadi beberapa bagian serasa dibikin cepat-cepat. Latar karakternya pun sedikit kurang dieksplor jadi nggak tahu ini tuh usia mereka berapa, kerjanya apa, back story-nya pun hanya di-highlight tipis-tipis.

Tetapi, aku tetap bisa mengikuti ceritanya dengan baik, suka banget sama sampulnya, dan makna yang buku ini ajarkan untuk self love dan lepas dari toxic relationship. Ada teka-teki dan twist-nya juga. 

Kalau lagi cari buku magical realism-fantasy-romance tipis, buku ini direkomendasikan.

Sukaaaa!! 💐

Expand filter menu Content Warnings
Dia Mawarku by

Go to review page

emotional lighthearted sad medium-paced
  • Plot- or character-driven? A mix

3.5

Mawar bukanlah simpanan. Mawar bukanlah pelacur. Lantas Mawar ini siapa? Dia hanyalah anak yatim piatu yang semua keluarganya meninggal dalam bencana tsunami tahun 2004. Sendirian pergi ke Jakarta dan terjebak human trafficking. Untungnya, dia bertemu dengan Irham. Lelaki yang menyelamatkan hidupnya. Namun, takdir berkata lain. Irham meninggal dalam kecelakaan dan meninggalkan Mawar dengan kebencian Bunga, istri Irham yang "diketahui" semua orang, dan Raka, adik Bunga, yang malah dititipi wasiat oleh Irham  sebelum menghembuskan nafas terakhir untuk menjaga dan menikahi Mawar.

3.5⭐️

Kompleks. Ini buku konfliknya hadir di berbagai sisi. Kalau dibuat versi sinetron bisa ngalahin Tersanjung dan Cinta Fitri. 

[-]

Plot twist-nya ada banget, tapi sayang udah dimunculkan di awal. Mungkin penulis nggak menjadikan bagian "hook" itu sebagai twist. Subplot-nya banyak. Pergantian antara satu adegan ke adegan lainnya dalam satu chapter dirasa terlalu pendek dan cepat. Narasinya pun lebih banyak telling daripada showing. Lalu, kehadiran beberapa peran yang sebenarnya bisa dieksplor tapi malah jadi hanya sekadar lewat.

[+]

Chemistry Raka dan Mawar kental banget. Suka di 30% cerita di mana Mawar udah mulai agak "luluh" sama Raka; rajin buatin sarapan dan makan siang. Dan adegan Raka heboh banget pas Mawar [redacted] memperlihatkan kalau Raka is THAT man. Dia memilih bertanggung jawab untuk bertanggung jawab.

Kehadiran Ilham dan Lala. Ini tuh jadi bumbu "segar" karena konflik protagonisnya udah padet dan rapet, jadi butuh interlude dengan celektukan Ilham dan agresivitas Lala. 



Buku ini premisnya bukan trope yang ku sukai—implied cheating—tapi ya masih bisa diikuti. Jika membutuhkan novel yang protagonisnya rumit banget konflik dan gagal move on, bisa baca buku ini.

Expand filter menu Content Warnings
Satu Ruang by Aqessa Aninda

Go to review page

emotional lighthearted sad slow-paced
  • Plot- or character-driven? Plot

3.5

Siapa sih yang mau berbagi ruang dengan orang lain di tempat yang semestinya hanya diisi oleh satu hati?

Satrya ditinggal menikah 2 kali oleh sahabat yang dia cintai lebih dari sekadar sahabat dan mantannya. Kinan ditinggal selama-lamanya oleh kekasih yang sudah melamarnya. Satrya dan Kinan pun bertemu; sama-sama "patah" dan sama-sama memenjarakan hati di masa lalu.

Satu kata: sulit. Sudah. Jangan pernah memulai hubungan dengan seseorang yang belum selesai dengan masa lalunya. Jangan, ya, dik, ya. Resiko tanggung sendiri.

Dan di tengah kerumitan hubungan Satrya dan Kinan, muncul Sabrina. Seorang alpha woman yang tahu apa yang dia inginkan. Satrya tuh merasa menemukan "click" pada Sabrina. Tapi, gimana ya, yang satu princess yang satu ibu peri. Sang cokiber pun bingung memilih yang mana dan ujung-ujungnya [...]

Yang suka cerita romance angst, ini cocok buat kamu. Tapi, tidak cocok buat saya yang pendamba happy ending does exist [tapi di buku selanjutnya happy ending, jadi akan ku baca].

Buku ini dibagi dalam 3 act(s):
- Act 1: Satrya - Kinan
- Act 2: Satrya - Sabrina
- Act 3: Satrya - [...]

Sampai udah dibikin dua buku pun Satrya tetep saja demikian. Ternyata tampan, mapan, soft spoken, rajin ibadah, sayang keponakan dan keluarga, tidak menjadi jaminan akan selalu dipilih, ya. Aku sebagai #timsatrya sejak buku Secangkir Kopi dan Pencakar Langit akan terus mendukung dan membersamai sang cokiber mendapatkan kebahagiaannya. Om Iyya oh ... Om Iyya.

[+]

Kisah Radhi dan Rinka. Masterpiece. Scene stealer. Apalagi adegan Rinka yang kasih bilangan biner buat nomor ponselnya dan geolocation buat alamat rumahnya agar kode-kode itu dipecahkan oleh Radhi, sungguh ✨️sinematik✨️ kalau dalam film.

Geng Fogging. Kacau. Petjah banget. Di buku pertama, aku merasa nggak tune in sama obrolan mereka—karena belum kenal dan jokes-nya banyak hit and miss. Nah, di buku ini, masoookkk banget jokes-nya di aku. Parah sih.

Sabrina. This girl, yeah!! Aku lebih suka karakter dia daripada Kinan yang sorry to say ya, meski dengan segala narasi yang bilang Kinan yadda yadda dan justifikasinya, aku tetap melihat Kinan tuh pada dasarnya pick me aja. Berbeda dengan Sabrina yang tough girl. Dia bisa bersikap tegas ke Abi. Dyemn, she is hot. Sayang banget tapi jadi second lead, hiks.

Mikha. Gemes banget. Awuu tuutttt keettttaaaaa.

[-]

Kinan. That's all. Alasannya udah ditaruh di atas. Dan ditambah sikap dia yang ghosting tanpa closure yang jelas itu ... sungguh ✨️mengesalkan✨️

Abi. Duh, overprotective dan ga bisa berkomunikasi dengan baik. Male gaze pula.

#

Baiklah, akhir kata, butuh romansa angst yang masih terjebak di masa lalu, maka buku ini disarankan. 

Expand filter menu Content Warnings
The Mortician by Ririn Ayu

Go to review page

dark mysterious tense medium-paced

4.0

Noah Hasler berprofesi sebagai perias mayat. Dia menyukai pekerjaan itu dan selalu tersenyum ketika merias mayat—terutama mayat perempuan.  Christable Seiler baru pindah ke kota kecil di Swiss, Andermatt, mengikuti tunangannya, Nils Muller, seorang polisi. Christ menyukai Noah yang kikuk, imut, dan polos padahal pekerjaannya dekat dengan kematian. Sementara Noah senang melihat rambut merah dan mata hijau milik Christ. Ia ingin "merias" Christ.

Peringatan pemicu: adegan kecelakaan, kematian, dan necrophilia.

Premisnya gilak! Buku ini sukses membuat buluk kuduk meremang di 224 halamannya. Ada beberapa adegan disturbing terutama di chapter yang dinamai dengan "nama wanita".

Yang bikin kesel justru bukan villain-nya tapi protagonisnya. The red signs already appreared here and there, but unfortunately, she is "blind" and stubborn. Sebenarnya kalau akhirnya dia nggak selamat pun nggak apa-apa dan ku akan komentar, "kannn...! tak kandani ra percoyo!" 

Semua ditulis dengan rapi. Plot, gaya penceritaan, twist-nya, meski nggak kaget banget, tapi tetap aja seru dan gregetan. Latar tempatnya di Swiss pun dijelaskan detail, jadi kayak diajak jalan-jalan ke Swiss area rural. 

Akhir kata, jika menyukai cerita misteri thriller dengan premis tak biasa dengan perspektif kematian dan gelapnya hati manusia, buku ini direkomendasikan.

Suka! 💐

Ps. Ini Jasper baik-baik aja kan?

Expand filter menu Content Warnings