tiareadsbooks25's reviews
851 reviews

Alita @ First by Dewie Sekar

Go to review page

4.0

Yesterday evening, I just pick this book from my bookshelf and read it without any attraction or any expectation about this book. I'm too lazy to study for my final exam and just read this book to spend my time. But, out of my control this book is good and it's really a page turner. I just can't stop read this book until 2 am. I don't even study for today's exam even though I have two subjects for today and there are a lot of materials to be read.

About the story, I just love the way Alita love Erwin. At first, maybe she can handle her feeling and make any rational reason to be on track and not to fall in love with he that much. She still consider her relatives' opinion about Erwin. But at the end, when she already grows up, she wants more and more and hope too much with Erwin. She also wants to be love by him and can't really control her feelings towards him. She can't hide her feelings anymore but she still try to not listen to her heart. Alita's feeling towards Erwin is deep but unconditional. That's make it more great.

I can't really guess where the story will end. I just love the way Dewie Sekar deliver the story and make a common story become that sweet. I love Erwin that much. I can laugh, annoy, and sad just because of him. He has a good personality but bad habits with girl. He's perfect in his imperfection. He will totally perfect when he can control his bad habits.
Alita @ Heart by Dewie Sekar

Go to review page

4.0

❝Segala sesuatu yang terjadi di dunia ini—baik atau buruk—pasti ada hikmahnya.❞
—Page 56

❝Sudah dua tahun berlalu, tapi aku masih merasa kehilangan... Rasanya seolah ada organ penting dalam tubuhku yang ikut mati bersama kematian lelaki yang kucintai, menyisakan lubang hampa raksasa.❞

❝Cinta adalah kata yang nyaris tabu kuucapkan, terlebih lagi untuk kurasakan.❞

❝Orang harus merelakan masa lalu kalau memang mau maju, kan? Nengok ke belakang terus nggak akan mengubah apa-apa. Sudah terlanjur... sudah jadi sejarah.❞

❝Bisa dibilang, ini hubungan pertemanan dua manusia yang pernah kehilangan.❞

❝Gading: Memangnya cowokmu ke mana, Alita? Kalo boleh tau aja sih…
Alita: Dia… Dia dimasukin orang-orang ke dalem tanah.❞
—Page 301

•••

Alita @ Heart merupakan kelanjutan kehidupan Alita setelah kehilangan Mas Erwin. Kehilangan seseorang yang dicintai memang bukan hal yang gampang untuk diterima. 2 tahun telah berlalu, namun Alita masih berusaha untuk mengikhlaskan kepergian Mas Erwin dan melanjutkan hidupnya. Alita pun tak berminat untuk menjalin hubungan dengan laki-laki lagi. Ia cukup berbahagia hidup dengan kenangannya dengan Mas Erwin. Alita sangat beruntung memiliki kakak seperti Mas Yusa yang sangat menyayangi Alita. Ada juga Abel yang selalu hadir di sisi Alita sebagai sahabat yang baik. Waktu membuktikan kekuatannya dengan menyembuhkan luka Alita akan Mas Erwin. Alita harus mampu membuka mata dan hatinya untuk bisa melanjutkan hidup dan bertemu cinta yang baru.

Dari semua buku Dewie Sekar, mungkin seri Alita lah yang paling aku suka. Karakter Alita sebagai sosok wanita yang baik, tegar, dan kuat membuatku belajar banyak dari dirinya. Hubungan kakak-beradik antara Alita dan Mas Yusa pun sangat manis dan mumbuatku sadar untuk selalu rukun dengan kakakku sendiri. Cinta yang manis akhirnya muncul dalam kehidupan Alita tanpa ia sadari. Akhir cinta yang manis pun siap ia jalani dengan Mas Gading. Sayang sekali tidak ada kelanjutan dari Alita@Heart. Jujur aku ingin tau kelanjutan hubungan Alita-Mas Gading dan Mas Yusa-Abel.

P.S. Kemarin lihat post dari editor GPU dan sepertinya akan ada buku baru karya Dewie Sekar. Oh, I can't wait to read the book! It's been so long since Dewie Sekar release a new book.
Summer in Seoul by Ilana Tan

Go to review page

4.0

•reread•
3.8/5⭐

❝Dulu kalau aku tak begitu, kini bagaimana aku?
Dulu kalau aku tak di situ, kini di mana aku?
Kini kalau aku begini, kelak bagaimana aku?
Kini kalau aku di sini, kelak di mana aku?

Tak tahu kelak ataupun dulu
Cuma tahu kini aku begini
Cuma tahu kini aku di sini
Dan kini aku melihatmu❞
—Page 7

❝Konon ketika seseorang dalam keadaan hidup dan mati, ia akan bisa melihat potongan-potongan kejadian dalam hidupnya, seperti menonton film yang tidak jelas alur ceritanya.❞

❝Aku bisa melupakan semuanya, tapi aku tidak akan kembali pada orang yang sudah meninggalkanku.❞

❝Kalau suatu saat nanti kau rindu padaku, kau mau memberitahuku? Supaya aku bisa langsung berlari menemuimu.❞

❝Dalam bisbol ada sembilan pemain. Kurang satu saja tidak akan bisa. Sembilan artinya lengkap. Kenapa aku menyimpan nomor Sandy di nomor sembilan? Itu karena kalau dia ada, aku baru merasa benar, merasa lengkap. Dia nomor sembilanku.❞
—Page 276

•••

I made a good choice to pick this book to overcome my reading slump. My reading mood is starting to come up! Yay! I already manage to read this book and Autumn in Paris yesterday. Today I'll start to read Winter in Tokyo and hopefully, I can finish read Spring in London too! I guess I'll never get bored to reread this whole tetralogy!

Summer in Seoul bercerita tentang Sandy alias Han Soon-Hee—gadis keturunan Indonesia-Korea—yang menerima tawaran menjadi 'kekasih' seorang penyanyi terkenal Korea, Jung Tae-Woo. Keduanya berpura-pura menjadi pasangan kekasih demi menepis gosip yang menyatakan bahwa Jung Tae-Woo adalah seorang gay. Seiring berjalannya waktu, keduanya yang banyak menghabiskan waktu bersama pun saling menyimpan perasaan satu sama lain. Namun, kejadian empat tahun lalu yang masih membekas di ingatan Sandy dan Tae-Woo seolah menjadi ujian bagi keduanya.

Summer in Seoul merupakan buku pertama dalam tetralogi Empat Musim dan buku pertama yang ditulis oleh Ilana Tan. Untuk ukuran buku pertama, Ilana Tan sukses memikat pembaca dengan ciri khasnya. Ceritanya ditulis dengan tata bahasa Indonesia yang baik dan tetap terkesan indah. Meskipun mengambil latar belakang di Seoul, Korea Selatan. Gaya penulisannya pun begitu mengalir dan ringan, namun juga sarat makna. Premise yang diambil memang terkesan klise dan too good to be true, namun tetap saja, ceritanya begitu manis dan romantis. Tak hanya itu, alurnya pun cukup mudah ditebak dan tidak memiliki plot twist yang berarti.
Autumn in Paris by Ilana Tan

Go to review page

5.0

•reread•
4.5/5⭐

❝Apakah ada yang tahu bagaimana rasanya mencintai seseorang yang tidak boleh dicintai? Aku tahu.❞
—Page 233

❝Aku memang baru mengenalnya, tapi rasanya aku sudah mengenalnya seumur hidup. Dan tiba-tiba saja aku sadar dia telah menjadi bagian yang sangat penting dalam hidupku.❞
—Page 233

❝Hidup ini sungguh aneh, juga tidak adil. Suatu kali hidup melambungkanmu setinggi langit, kali lainnya hidup menghempaskanmu begitu keras ke bumi. Ketika aku menyadari dialah satu-satunya yang paling kubutuhkan dalam hidup ini, kenyataan berteriak di telingaku dia juga satu-satunya orang yang tidak boleh kudapatkan.❞
—Page 234-235

❝Sekarang... Saat ini saja... Untuk beberapa detik saja... aku ingin bersikap egois. Aku ingin melupakan semua orang, mengabaikan dunia, dan melupakan asal-usul serta latar belakangku. Tanpa beban, tuntutan, atau harapan, aku ingin mengaku.

Aku mencintainya.❞
—Page 235-236

❝Jangan marah padaku kalau aku menangis sekarang. Biarkan aku menangis. Hari ini saja.... Kau boleh lihat sendiri nanti. Kau akan lihat tidak lama lagi aku akan kembali bekerja, tertawa, dan mengoceh seperti biasa. Aku janji.❞
—Page 259

❝Selama dia bahagia, aku juga akan bahagia. Sesederhana itu.❞
—Page 264

❝Seandainya masih ada harapan - sekecil apapun untuk mengubah kenyataan, ia bersedia menggantungkan seluruh hidupnya demi harapan.❞

•••

Autumn in Paris bercerita tentang Tatsuya Fujisawa—arsitek asal Jepang yang tak pernah menyukai Paris. Tatsuya pun begitu membenci musim gugur, namun ia harus menelusuri Paris untuk menemui seseorang dari masa lalunya. Pandangan Tatsuya terhadap dunia pun berubah sejak ia bertemu dan terpesona pada gadis yang sangat mencintai Paris dan musim gugur, Gadis Musim Gugur-nya, Tara Dupont.

Tara merupakan gadis yang begitu riang, cerewet dan mudah dibuat penasaran. Sejak awal mengenal Tatsuya, Tara merasa telah mengenal laki-laki itu begitu lama. Pertemuan keduanya yang tidak disangka pun begitu indah. Namun, siapa sangka ada benang merah yang menghubungkan keduanya? Benang merah itulah yang menghancurkan segala perasaan, harapan dan kekeyakin. Membuat keduanya mengerti arti putus asa dan tak berdaya.

Tulisan Ilana Tan masih sangat mengalir dengan gaya bahasa baik. Meskipun ceritanya cukup klise dan mudah ditebak, namun Ilana Tan berhasil mengaduk perasaan dan emosi pembaca melalui buku ini. Dengan mengambil latar musim gugur di Paris, pembaca dimanjakan dengan kisah manis dan romantis antara Tatsuya dan Tara. Apalagi dengan surat-surat yang Tatsuya kirimkan ke acara 'Je me souviens'. Namun, di pertengahan cerita hingga akhir, pembaca dapat merasakan pedihnya kisah Tatsuya dan Tara. Apalagi pada bagian Tara di Sungai Seine, surat terakhir Tatsuya dan bagian epilog.

Among the books in Empat Musim tetralogy, which one do you like the most? My favorite one is Autumn in Paris. This is the second book by Ilana Tan that I read. I lost count how many times I read this book, but each time, I can't help myself for crying out loud when I finished reading it. One of the books that always makes me cry.