Take a photo of a barcode or cover
whatnovireads's reviews
228 reviews
Egosentris by Syahid Muhammad
5.0
"Sering kali kita berusaha ingin terlihat baik, tapi lupa untuk menjadi benar-benar baik"
Silakan dibaca tapi persiapkan diri agar tidak tertampar, sebab rasanya seperti membaca diri sendiri di semua tokoh
Sebuah buku yang mengangkat mental health issues sebagai kisah yang tak putus-putus. Tanpa sadar, ketika membaca aku pun sudah menjudge lebih dulu apa yang dilakukan tokoh Fatih seperti "ni tokoh kok drama banget ya terlalu serius hidupnya", tapi kembali lagi, merasa tertampar ketika membaca surat Fatih yang didalamnya ada berisi: mereka-mereka yang mengatakan "udahlaaahh hidup dibawa santai aja jangan serius amat, sekali-kali kita perlu tertawa untuk menghilangkan kepedihan" nyatanya adalah mereka-mereka yang pada malam hari pasti bersembunyi di sudut kamar memikirkan nasib hidup ke depan, memikirkan hidup mereka dengan serius
Lewat buku ini aku tau, kalau mental health bakalan lebih cepat hinggap pada orang-orang yang sering viral di media sosial tanpa keinginan mereka, kemudian hidupnya dijudge bertubi-tubi, dihakimi oleh yang menonton. Kemudian aku berpikir, sering beberapa kali baik di instagram, facebook, atau twitter ada komentar-komentar yang bernada seperti "viralkan biar jera" atau "ayo viralkan biar dia malu" pada video-video yang tak layak dipertontonkan ternyata adalah yang paling jahat dari semua komentar, mempengaruhi oranglain untuk menyebarkan kisah tak mengenakkan di video-video itu. Akan lebih baik kalau cukuplah video itu berhenti di kita, jangan disebar. Siapa tau, seandainya berbalik kepada kita, seakan seisi dunia menunjuk hidupmu terang-terangan salah, maka apa yang akan terjadi? Mental kita pun terganggu.
Tapi, kenapa "egosentris"? Apa hubungannya? Ya kayak judulnya "ego", sebuah sikap yang gak mau melihat sudut pandang oranglain, pendapat oranglain. Menganggap diri sendiri benar. Jadi, isi ceritanya banyak mengulas keegoisan masing-masing tokoh yang ternyata berdampak ke orang disekitarnya. Di awal-awal cerita aku memang sering ikut terhanyut di keegoisan Saka dan Fatih tapi ketika rahasia hidup mereka dibuka, barulah keliatan bagaimana perasaan orang-orang terdekatnya.
Silakan dibaca tapi persiapkan diri agar tidak tertampar, sebab rasanya seperti membaca diri sendiri di semua tokoh
Sebuah buku yang mengangkat mental health issues sebagai kisah yang tak putus-putus. Tanpa sadar, ketika membaca aku pun sudah menjudge lebih dulu apa yang dilakukan tokoh Fatih seperti "ni tokoh kok drama banget ya terlalu serius hidupnya", tapi kembali lagi, merasa tertampar ketika membaca surat Fatih yang didalamnya ada berisi: mereka-mereka yang mengatakan "udahlaaahh hidup dibawa santai aja jangan serius amat, sekali-kali kita perlu tertawa untuk menghilangkan kepedihan" nyatanya adalah mereka-mereka yang pada malam hari pasti bersembunyi di sudut kamar memikirkan nasib hidup ke depan, memikirkan hidup mereka dengan serius
Lewat buku ini aku tau, kalau mental health bakalan lebih cepat hinggap pada orang-orang yang sering viral di media sosial tanpa keinginan mereka, kemudian hidupnya dijudge bertubi-tubi, dihakimi oleh yang menonton. Kemudian aku berpikir, sering beberapa kali baik di instagram, facebook, atau twitter ada komentar-komentar yang bernada seperti "viralkan biar jera" atau "ayo viralkan biar dia malu" pada video-video yang tak layak dipertontonkan ternyata adalah yang paling jahat dari semua komentar, mempengaruhi oranglain untuk menyebarkan kisah tak mengenakkan di video-video itu. Akan lebih baik kalau cukuplah video itu berhenti di kita, jangan disebar. Siapa tau, seandainya berbalik kepada kita, seakan seisi dunia menunjuk hidupmu terang-terangan salah, maka apa yang akan terjadi? Mental kita pun terganggu.
Tapi, kenapa "egosentris"? Apa hubungannya? Ya kayak judulnya "ego", sebuah sikap yang gak mau melihat sudut pandang oranglain, pendapat oranglain. Menganggap diri sendiri benar. Jadi, isi ceritanya banyak mengulas keegoisan masing-masing tokoh yang ternyata berdampak ke orang disekitarnya. Di awal-awal cerita aku memang sering ikut terhanyut di keegoisan Saka dan Fatih tapi ketika rahasia hidup mereka dibuka, barulah keliatan bagaimana perasaan orang-orang terdekatnya.