coffliteurator's Reviews (124)


Jujur, bingung sama alurnya. Banyak plot hole dimana-mana, dan ceritanya agak kurang konsisten karena begitu banyak masukin isu. Misterinya pun kurang dalam, jadi nggak bisa masuk kategori misteri juga.
Andai misterinya nggak pernah ada, atau nggak muncul konflik lain, ceritanya lumayan bagus. Distopia-nya juga dapet.

HAHA selesainbaca ini tengah malam. Dan agak speechless juga sama ending-nya. Kayak... KOK BISA SIH?!?!

Kumpulan cerpennya Pak Sapardi, alur dan konfliknya simpel. Tapi, gaya penulisannya cantik banget. Paling suka cerpen yang Ken Arok.

Kata orang, baca buku ini bisa sekali duduk. Tapi ternyata, butuh waktu sekitar 4 hari buatku selesain buku ini karena dihantam kerjaan. Dan ceritanya, bisa bikin rileks sejenak dari penatnya dunia nyata. Bersama Mina, kita diajak melihat-lihat dunia para arwah. Tentang para Dewa Dewi yang ternyata... sifatnya nggak jauh beda sama manusia. Plotnya ringan banget, sampe gak kerasa karena tau-tau udah beres.

Kumpulan 6 cerpen karya Akutagawa, yang rata-rata latar tempat cerpennya ada di Kyoto. Dari keenam cerpen dalam buku ini, aku paling suka yang Benang Laba-Laba dan Dalam Semak Belukar. Benang Laba-Laba sendiri menceritakan tentang keserakahan dan keegoisan manusia, sementara Dalam Semak Belukar, menceritakan tentang kasus pembunuhan dan berbagai sudut pandang siapa pembunuh sebenarnya. Bahkan, mayatnya pun ngasih kesaksian berbeda dengan para saksi.