tiareadsbooks25's reviews
851 reviews

A Little White Lie by Titish A.K.

Go to review page

4.0

•reread•
3.8/5⭐

'Tragedi Bola Adit' membuat Ocha benci Adit! Di mata Ocha, Adit—idola cewek satu sekolah—tuh nyebelin dan sok cool! Secara gak sengaja, Ocha dapetin nomor hape Adit dan mau balas dendam. Ocha pun ngisengin Adit lewat SMS dengan nama samaran Ayu. Keisengannya menciptakan masalah! Ocha jatuh cinta sama Adit, tapi Adit malah naksir Ayu!
Second Chance by Flara Deviana

Go to review page

4.0

•read•
3.8/5⭐️


Flavia Chandra Netta bekerja keras demi melunasi utang mending ibunya yang tiada habisnya. Titik terang muncul ketika ia dapat tawaran pekerjaan bergaji besar untuk menjadi pengasuh anak kembar. Sounds perfect, right? Masalahnya ada pada Raynaldi Adiyaksa, pengacara berstatus duda keren dengan tato dan paras dingin yang lebih cocok jadi mafia ketimbang papa si kembar!

Pribadi Via dan Ray sangat berbeda, namun memiliki kemiripan: sama-sama menjalani hidup dengan beban masa lalu. Bedanya, Via berjuang menyelesaikan masalahnya satu per satu. Sedangkan, Ray masih terjebak dalam masa lalunya yang pahit.

Dari awal, aku suka karakter Via yang mandiri, sabar, kuat, dan berpendirian tinggi. Mungkin ini yang bikin Via dengan tegas melepaskan Ray. Bukan karena gak cinta, tapi karena waktu yang gak tepat. Ray perlu berjuang menyembuhkan trauma masa lalunya sendiri, agar kelak mampu berdamai dan membuka hati.

Second Chance, novel pertama dari Flara Deviana yang aku baca dan langsung suka sama gaya penulisannya yang ngalir, ringan, dan enak diikuti!
Love, Hate & Hocus-Pocus by Karla M. Nashar

Go to review page

5.0

•reread•
4.3/5⭐


Love, Hate & Hocus-Pocus has a classic premise. It's a love-hate relationship or more precisely enemies to lovers trope. It tells the story of Troy Mardian and Gadis Parasayu, colleagues at a pharmaceutical company who hates each other from the very first sight.

The story develops when they need to solve the company's case together. As time passed, they got together and started to get to know each other better. Especially when they share some strange experiences that have been happening to the two of them since meeting a gypsy at their company's anniversary party.

I love Karla's well written style with its light, fast-paced, and also witty dialogues between Troy and Gadis. Their chemistry is lovely and cute. It's a page-turner and a very fun read! I never get bored to reread this book. You can even read this book in one sitting! Even though the ending is a bit hanging, but it makes me want more!

Anyway, this is the first Karla's books I've read, maybe 11 years ago? I can't believe it's been so long! I still remember when my friend lent me the first version of this book and I love it instantly. And I even remember how happy I was when I got the books with Karla's autograph!

P.S. I sort of dislike how Kak Karla depicts Troy, which is seems too metrosexual, but I get the point tho.

#tiareadsbooks #tiawritesreviews

•••

FAVE QUOTES:

❝HATE not! For tonight is the Magical Night of LOVE. Jangan penuhi jiwa kalian dengan KEBENCIAN dan IRI, melainkan penuhi hanya dengan CINTA dan KEBAIKAN. Karena jika kalian tetap membiarkan jiwa kalian merangkak dalam kegelapan rasa benci itu, WASPADALAH!! Kekuatan Malam Ajaib ini akan dilimpahkan pada kalian. Maka kalian akan menemukan dua jiwa malang penuh permusuhan bertubrukan dalam CINTA. Then you'll find that for the thirteen days, dream and reality are nothing but ONE... So, BEWARE!! HATE not! But let's LOVE rule us tonight...❞
—Page 159-160
Digital Fortress by Dan Brown

Go to review page

4.0

3.5/5⭐️

❝Semua orang berhak menyimpan rahasia. Suatu saat nanti, akan kupastikan itu bisa terjadi❞
—Page 57

❝Jika kau memaksa seseorang, dia pasti akan melawanmu. Tapi jika kau meyakinkannya untuk berpikir sepertimu, dia pun akan menjadi sekutumu.❞
—Page 337

❝Mereka bilang, ketika kita sekarat, segalanya menjadi jelas.❞
—Page 489

•••

Digital Fortress bercerita tentang NSA (National Security Agency—biro intelijen termasyur di dunia—yang terancam bahaya. Hal ini dikarenakan mesin pemecah kode tercanggih mereka—TRANSLTR—tak bisa memecahkan sebuah kode misterius bernama Digital Fortress yang dirakit oleh mantan kriptografer NSA, Ensei Tankado, untuk menjatuhkan NSA. Susan Fletcher, sebagai kepala kriptografer NSA pun berupaya mengatasi hal tersebut dengan berusaha menemukan pass-key untuk menghentikan Digital Fortress sebelum dapat membahayakan keamanan bank data Amerika Serikat—berisi segala informasi rahasia negara. Namun, dengan segala drama, intrik dan pengkhianatan yang ada di NSA, mampukah Susan menemukan pass-key itu tepat waktu diantara ribuan informasi yang ada?

Entah kenapa, aku kurang begitu suka dengan buku ini. Ceritanya cukup menarik dan aku lumayan menikmatinya. Namun, buku ini tidak membuatku mendapatkan feeling yang biasa aku dapatkan ketika membaca buku-buku Dan Brown lainnya. Rasanya ada yang kurang, entah apa. Tak hanya itu, terdapat banyak celah yang terasa janggal. Plot ceritanya pun lumayan gampang ditebak, kecuali bagian akhirnya! Salah satu keunggulan buku ini terletak pada karakter Susan dan David. Keduanya sosok yang tak gampang menyerah dan brilian!

Anyway, apakah kalian sudah membaca buku ini? Apa pendapat kalian tentang pandangan Ensei Tankado? Atau kalian lebih setuju dengan tujuan 'mulia' NSA dengan membuat TRANSLTR?