Take a photo of a barcode or cover
adventurous
funny
mysterious
fast-paced
Plot or Character Driven:
Plot
Strong character development:
No
Diverse cast of characters:
No
Flaws of characters a main focus:
No
I'd just read a young adult series inspired by Sherlock Holmes called The Laws of Magic and it inspired me to re-read these stories. Conan Doyle was a fantastic descriptive writer and these mysteries are still engaging 120ish years later. Kind of tempted to go down a Conan Doyle rabbit hole now.
adventurous
funny
informative
lighthearted
mysterious
adventurous
mysterious
reflective
fast-paced
Plot or Character Driven:
Plot
Strong character development:
Complicated
Loveable characters:
Yes
Diverse cast of characters:
Complicated
Flaws of characters a main focus:
No
Since these stories were written the character of Holmes and his various mysteries, as portrayed in modern adaptations, have rendered these early stories rather crude. They are eminently readable; however, although I do not doubt their importance in popularising the mystery genre, I can't shake off the fact that these stories just feel too predictable and the characters too shallow by today's standards.
adventurous
medium-paced
Plot or Character Driven:
Plot
Strong character development:
No
Loveable characters:
Yes
Diverse cast of characters:
No
Flaws of characters a main focus:
No
Moderate: Death, Murder
adventurous
funny
lighthearted
mysterious
medium-paced
adventurous
funny
informative
lighthearted
relaxing
fast-paced
Plot or Character Driven:
Plot
Strong character development:
No
Loveable characters:
Yes
Diverse cast of characters:
Complicated
Flaws of characters a main focus:
No
adventurous
mysterious
fast-paced
Plot or Character Driven:
A mix
Strong character development:
No
Loveable characters:
Yes
Diverse cast of characters:
No
Flaws of characters a main focus:
Yes
Irene Adler benar-benar meninggalkan kesan yang mendalam sehingga sulit rasanya untuk tidak menjadikan Skandal di Bohemia sebagai kasus terfavorit dari dua belas cerita pendek yang ada dalam buku ini.
Berbeda dengan ketika pertama kali membaca, fokus aku tidak lagi pada pemecahan kasus, tapi lebih kepada karakter Sherlock sendiri.
Karena terlalu sering menonton ulang seri Sherlock BBC, tak bisa dihindari jika visual Benedict Cumberbatch lah yang muncul di pikiranku selama membaca. Dan secara tidak sadar, aku kerap membandingkan karakter Sherlock versi BBC dengan versi original.
Membaca ulang buku ini mengingatkanku kembali bahwa Sherlock sesungguhnya tidak seangkuh dan seegois itu. Dia bahkan menunjukkan emosi dan rasa kemanusiawian di sebagian besar kasus, terutama pada Kasus Identitas, Misteri di Boscombe Valley, dan Pria Berbibir Sumbing.
Menyenangkan rasanya bisa melihat kisah Sherlock dari sudut pandang lain. Sepertinya aku akan membaca ulang Memoar Sherlock Holmes dan melihat lebih detail interaksi Sherlock dengan Moriarty. Kali saja aku mendapatkan sudut pandang baru juga.
Berbeda dengan ketika pertama kali membaca, fokus aku tidak lagi pada pemecahan kasus, tapi lebih kepada karakter Sherlock sendiri.
Karena terlalu sering menonton ulang seri Sherlock BBC, tak bisa dihindari jika visual Benedict Cumberbatch lah yang muncul di pikiranku selama membaca. Dan secara tidak sadar, aku kerap membandingkan karakter Sherlock versi BBC dengan versi original.
Membaca ulang buku ini mengingatkanku kembali bahwa Sherlock sesungguhnya tidak seangkuh dan seegois itu. Dia bahkan menunjukkan emosi dan rasa kemanusiawian di sebagian besar kasus, terutama pada Kasus Identitas, Misteri di Boscombe Valley, dan Pria Berbibir Sumbing.
Menyenangkan rasanya bisa melihat kisah Sherlock dari sudut pandang lain. Sepertinya aku akan membaca ulang Memoar Sherlock Holmes dan melihat lebih detail interaksi Sherlock dengan Moriarty. Kali saja aku mendapatkan sudut pandang baru juga.